PADEK.JAWAPOS.COM–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bervariasi pada Jumat (29/5/2026).
Berdasarkan data prakiraan cuaca BMKG, wilayah Kota Padang dan Padangpanjang diprediksi mengalami kondisi kabut atau asap. Sementara itu, Kota Solok dan Bukittinggi diperkirakan mengalami udara kabur.
Sedangkan tiga daerah lainnya, yakni Sawahlunto, Payakumbuh, dan Pariaman diprakirakan berada dalam kondisi cuaca berawan.
Baca Juga: Catatan dari Ujung Sumbar
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan maupun perjalanan antardaerah.
Selain itu, warga juga disarankan menyiapkan perlengkapan seperti payung atau jas hujan untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca sewaktu-waktu.
Berikut rincian prakiraan cuaca di tujuh kota di Sumbar pada Jumat (29/5/2026):
Kota Padang
Cuaca kabut/asap dengan suhu berkisar 22 hingga 27 derajat Celcius dan kelembapan udara 72–89 persen.
Baca Juga: Kurban: Bahimiyah ke Muthmainnah
Kota Solok
Udara kabur dengan suhu 20 hingga 28 derajat Celcius dan kelembapan udara 63–91 persen.
Kota Sawahlunto
Cuaca berawan dengan suhu 23 hingga 31 derajat Celcius dan kelembapan udara 56–91 persen.
Kota Padangpanjang
Kabut/asap dengan suhu udara 19 hingga 24 derajat Celcius serta kelembapan udara 74–99 persen.
Baca Juga: Sawit Turun, Minyak Goreng masih Mahal
Kota Bukittinggi
Udara kabur dengan suhu 18 hingga 24 derajat Celcius dan kelembapan udara 71–99 persen.
Kota Payakumbuh
Berawan dengan suhu berkisar 20 hingga 28 derajat Celcius dan kelembapan udara 64–97 persen.
Kota Pariaman
Berawan dengan suhu 25 hingga 30 derajat Celcius dan kelembapan udara 71–93 persen.
Baca Juga: Bank tak Cukup Biayai Pertumbuhan Ekonomi
BMKG menjelaskan bahwa prakiraan cuaca tersebut merupakan hasil analisis teknologi pemodelan prediksi cuaca berbasis komputer atau Numerical Weather Prediction (NWP).
Karena menggunakan sistem pemodelan atmosfer, kondisi cuaca aktual di lapangan masih dapat berubah tergantung berbagai faktor dinamika cuaca yang terjadi. (cr8)
Editor : Adetio Purtama