Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gunung Marapi Erupsi, Kolom Abu Setinggi 2.000 Meter Membubung ke Langit 

Randi Zulfahli • Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:36 WIB
Gunung Marapi erupsi Sabtu (30/5/2026) pukul 08.42 WIB. Kolom letusan setinggi 2.000 meter. (WAG Marapi Information)
Gunung Marapi erupsi Sabtu (30/5/2026) pukul 08.42 WIB. Kolom letusan setinggi 2.000 meter. (WAG Marapi Information)

PADEK.JAWAPOS.COM–Aktivitas vulkanik Gunung Marapi yang terletak di perbatasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, kembali meningkat. Gunung api aktif tersebut dilaporkan mengalami erupsi, Sabtu pagi (30/5/2026) pukul 08.42 WIB.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Asep Antoni, mengatakan bahwa tinggi kolom abu yang keluar dari kawah teramati berada pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas puncak, atau setara dengan kurang lebih 4.891 meter di atas permukaan laut.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," kata Asep Antoni dalam keterangan resminya, Sabtu.

Baca Juga: Dunia Penerbitan dan Ketersediaan Bahan Bacaan di Sumatera Barat

Merespons aktivitas vulkanik yang belum stabil ini, pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat demi keselamatan publik. Masyarakat setempat, pendaki, maupun wisatawan dilarang keras memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.

Selain ancaman material vulkanik langsung, potensi dampak turunan juga mengintai warga yang bermukim di sekitar lembah, aliran, dan bantaran sungai yang berhulu di puncak gunung. Pihak PGA mengingatkan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman aliran lahar, terutama saat wilayah tersebut diguyur hujan.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau segera mengenakan masker penutup hidung dan mulut demi mencegah Gangguan Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Perlengkapan pelindung mata dan kulit juga disarankan untuk digunakan. Warga pun diminta mengamankan sumber air bersih serta membersihkan endapan abu vulkanik yang menebal di atap rumah agar terhindar dari risiko bangunan roboh.

Baca Juga: Dari Hulu ke Hilir soal Usaha Penerbitan Lokal di Sumbar: Buku Lokal Kurang Terserap, Diperburuk Efesiensi Anggaran

Menyikapi situasi ini, Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Agam diminta untuk terus mengintensifkan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung. Koordinasi juga dapat dilakukan langsung melalui Pos Pengamatan G. Marapi yang berada di Jalan Prof. Hazairin No.168, Bukittinggi.

Pihak berwajib juga meminta seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif. Warga diharapkan tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas sumber kebenarannya. Seluruh langkah mitigasi harus disesuaikan dengan arahan resmi dari pemerintah daerah setempat.

Masyarakat dapat memantau pembaruan aktivitas terkini secara mandiri melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang tersedia di Google Playstore, atau mengakses situs resmi Kementerian ESDM di laman magma.esdm.go.id, vsi.esdm.go.id, dan geologi.esdm.go.id. (cc1)

Editor : Adetio Purtama
#kolom abu #erupsi #gunung marapi #pvmbg