PADEK.JAWAPOS.COM—Kereta api kembali menjadi pilihan utama masyarakat Sumatera Barat selama libur panjang akhir Mei hingga awal Juni 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumbar mencatat KA Pariaman Ekspres mengangkut 30.255 penumpang hanya dalam enam hari, atau setara 119 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia.
Lonjakan tersebut terjadi selama masa angkutan libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Hari Raya Waisak, dan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung pada 27 Mei hingga 1 Juni 2026.
Secara keseluruhan, KAI Divre II Sumbar melayani 40.514 pelanggan di seluruh layanan kereta api yang beroperasi di provinsi tersebut.
Tingginya jumlah penumpang menunjukkan kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun melakukan perjalanan antarkota tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas jalan raya.
Baca Juga: Hakim Agung RI Bangun SMP Islam di Situjuah Batua, Usung Konsep Surau, Adat Minang dan Teknologi
Jalur Padang-Pariaman Jadi Favorit Wisatawan
Dari seluruh layanan yang tersedia, KA Pariaman Ekspres menjadi penyumbang terbesar jumlah penumpang selama periode liburan.
Rute Padang-Pariaman selama ini dikenal sebagai salah satu koridor transportasi paling ramai di Sumatera Barat karena menghubungkan sejumlah destinasi wisata unggulan di kawasan pesisir.
Dengan tarif yang terjangkau dan waktu tempuh yang relatif singkat, kereta api menjadi alternatif favorit bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu liburan bersama keluarga.
Selain KA Pariaman Ekspres, KAI mencatat KA Minangkabau Ekspres melayani 5.877 pelanggan. Kereta yang menghubungkan Kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau itu banyak dimanfaatkan penumpang yang bepergian melalui jalur udara.
Sementara KA Lembah Anai mengangkut 4.382 pelanggan selama periode yang sama.
Baca Juga: Polisi Jalan Kaki 2 Jam Bongkar Tambang Emas Ilegal di Solok, 10 Pondok Penambang Dibakar
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan tingginya jumlah pelanggan menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa libur panjang," ujarnya.
Stasiun Padang dan Pariaman Jadi Pusat Pergerakan Penumpang
Lonjakan penumpang paling terlihat di Stasiun Padang dan Stasiun Pariaman.
Selama enam hari masa angkutan, Stasiun Padang melayani 11.164 penumpang berangkat dan menerima 11.526 penumpang datang.
Sementara Stasiun Pariaman mencatat 7.594 keberangkatan dan 8.024 kedatangan.
Besarnya angka tersebut menunjukkan dua kota tersebut masih menjadi pusat mobilitas masyarakat selama musim liburan.
Di posisi berikutnya terdapat Stasiun Naras, Air Tawar, dan Lubuk Alung yang juga mencatat peningkatan aktivitas penumpang dibanding hari biasa.
Data ini sekaligus memperlihatkan semakin pentingnya peran transportasi rel dalam mendukung konektivitas antardaerah di Sumatera Barat.
Kereta Api Semakin Kompetitif
Fenomena tingginya okupansi KA Pariaman Ekspres memperlihatkan perubahan pola perjalanan masyarakat.
Jika sebelumnya kendaraan pribadi mendominasi perjalanan wisata domestik, kini kereta api mulai menjadi alternatif yang semakin diminati karena menawarkan kepastian waktu perjalanan.
Salah seorang pengguna KA Pariaman Ekspres, Rizki Amanda, mengaku memilih kereta api karena lebih praktis dan nyaman untuk bepergian selama musim liburan.
Selain tarif yang terjangkau, kondisi stasiun dan kereta yang bersih menjadi alasan lain yang membuat masyarakat memilih moda transportasi tersebut.
Di tengah meningkatnya jumlah pengguna, KAI Divre II Sumbar tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. Pemeriksaan sarana dan prasarana dilakukan secara rutin selama masa angkutan, termasuk pengawasan perjalanan kereta dan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang.
Lonjakan hingga 119 persen pada KA Pariaman Ekspres menjadi salah satu indikator kuat bahwa kereta api semakin berperan sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat Sumatera Barat, terutama pada musim liburan dan periode dengan pergerakan penumpang yang tinggi.(*)
Editor : Hendra Efison