AGAM, PADEK.JAWAPOS.COM — Musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah permanen milik warga di Jorong Pulai Sungai Talang Bukit Lurah (PSB), Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Rabu (10/6/2026) pagi. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik itu menyebabkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp400 juta.
Rumah berukuran 10 x 15 meter tersebut merupakan milik Titia Syukma (41), seorang wiraswasta. Dalam waktu singkat, kobaran api melahap hampir seluruh bagian bangunan hingga tidak menyisakan banyak harta benda yang dapat diselamatkan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, korban harus kehilangan tempat tinggal beserta berbagai aset berharga yang selama ini menjadi penopang kehidupan keluarganya.
Laporan Diterima dari Kepala Jorong
Informasi mengenai kebakaran pertama kali diterima petugas pemadam kebakaran dari kepala jorong setempat. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Agam untuk segera ditindaklanjuti.
Baca Juga: Barcelona Belum Putuskan Masa Depan Marcus Rashford, Opsi Pembelian Masih Terbuka
Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Agam, Fauzi, mengatakan petugas langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Menurut dia, armada pemadam berangkat pada pukul 09.45 WIB menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pos pemadam kebakaran terdekat.
"Begitu laporan masuk, kami langsung gerakkan armada ke lokasi. Respons delapan menit ini mencerminkan kesiapsiagaan personel kami dalam menangani setiap kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Agam," ujar Fauzi, Rabu.
Data Damkar Agam mencatat waktu tanggap penanganan kebakaran tersebut hanya delapan menit sejak laporan diterima hingga armada bergerak menuju lokasi.
Baca Juga: BMKG: Hampir Separuh Wilayah Indonesia Masuki Puncak Musim Kemarau pada Agustus 2026
Enam Armada Berjibaku Padamkan Api
Besarnya kobaran api membuat petugas harus mengerahkan kekuatan penuh untuk mengendalikan kebakaran.
Damkar Agam menurunkan tiga unit armada pemadam kebakaran. Selain itu, bantuan juga datang dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bukittinggi yang mengirimkan tiga unit armada tambahan.
Total enam kendaraan pemadam dikerahkan guna mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Petugas membutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk memadamkan api sepenuhnya. Meski demikian, saat api berhasil dijinakkan, kondisi rumah korban telah mengalami kerusakan total akibat besarnya kobaran api.
Baca Juga: Pengusaha Tahu di Sawahlunto Khawatir Tak Bertahan, Harga Kedelai Melonjak akibat Rupiah Melemah
Dugaan Awal Akibat Korsleting Listrik
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat terkait. Namun berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik.
Kerugian material akibat musibah tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta. Nilai kerugian meliputi bangunan rumah permanen beserta seluruh isi rumah yang ikut terbakar.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Instalasi yang sudah tua atau tidak sesuai standar berpotensi memicu korsleting dan kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar.
Pemerintah daerah juga mengimbau warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran rumah tangga dengan memastikan kondisi jaringan listrik tetap aman dan layak digunakan.(*)
Editor : Hendra Efison