Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Longsor Tutup Akses Simpang Batu Kambing–Koto Alam, Dinas PUTR Turun Tangan

Randi Zulfahli • Rabu, 17 Juni 2026 | 15:00 WIB
Petugas Dinas PUTR Kabupaten Agam membersihkan material tanah dan bebatuan yang menutup akses jalan Simpang BK–Koto Alam di kawasan Sitanang Kaciak, Nagari Batu Kambing, Rabu (17/6/2026).
Petugas Dinas PUTR Kabupaten Agam membersihkan material tanah dan bebatuan yang menutup akses jalan Simpang BK–Koto Alam di kawasan Sitanang Kaciak, Nagari Batu Kambing, Rabu (17/6/2026).

AGAM, PADEK.JAWAPOS.COM – Longsor Agam yang terjadi di kawasan Sitanang Kaciak, Jorong Pasar Batu Kambing, Nagari Batu Kambing, Rabu (17/6/2026), sempat menutup total akses jalan Simpang BK–Koto Alam. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) langsung mengerahkan petugas untuk membersihkan material tanah dan bebatuan yang menimbun badan jalan.

Peristiwa tersebut mengganggu mobilitas warga karena jalur Simpang BK–Koto Alam merupakan salah satu akses penting yang digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Timbunan material longsor membuat kendaraan tidak dapat melintas sehingga arus transportasi sempat lumpuh.

Dinas PUTR Agam bergerak cepat dengan menurunkan tim teknis ke lokasi sejak pagi hari. Petugas langsung melakukan pembersihan menggunakan peralatan yang tersedia agar akses jalan dapat segera dibuka kembali dan aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih lama.

Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari respons tanggap darurat pemerintah daerah dalam mengurangi dampak bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Agam selama musim hujan.

“Pembersihan dilakukan sejak pagi hari sebagai tindak lanjut atas adanya longsoran yang mengganggu akses jalan masyarakat. Petugas Dinas PUTR turun ke lokasi untuk menyingkirkan material tanah dan bebatuan yang menutupi badan jalan agar akses transportasi kembali lancar,” demikian informasi yang disampaikan melalui akun resmi Diskominfo Agam, Rabu (17/6/2026).

Longsor Agam Ganggu Mobilitas Warga

Material longsor yang terdiri dari tanah dan batu berukuran besar menutupi badan jalan di kawasan perbukitan tersebut. Kondisi itu membuat masyarakat kesulitan melintasi jalur penghubung antara Simpang BK dan Koto Alam.

Selain menghambat perjalanan warga, gangguan akses juga berpotensi memengaruhi distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Karena itu, percepatan penanganan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Petugas di lapangan bekerja membersihkan material yang menutupi ruas jalan agar kendaraan roda dua maupun roda empat dapat kembali melintas. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor keselamatan petugas dan pengguna jalan.

Sementara itu, pemerintah daerah terus memantau kondisi lokasi longsor guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsoran susulan. Pengawasan dilakukan mengingat cuaca di sejumlah wilayah Agam masih berpotensi memicu pergerakan tanah.

Respons cepat yang dilakukan Dinas PUTR mendapat perhatian positif dari masyarakat karena akses jalan merupakan kebutuhan vital yang harus segera dipulihkan. Pemerintah berharap penanganan yang dilakukan mampu mempercepat normalisasi aktivitas warga.

Dinas PUTR Agam Imbau Pengendara Waspada

Selain fokus pada pembersihan material, pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan perbukitan dan daerah rawan longsor. Imbauan tersebut diberikan menyusul kondisi cuaca yang masih fluktuatif dalam beberapa hari terakhir.

Pengguna jalan diminta memperhatikan kondisi sekitar dan tidak memaksakan perjalanan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Langkah pencegahan tersebut penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan maupun dampak bencana susulan.

Dinas PUTR Agam juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan kondisi infrastruktur tetap aman digunakan masyarakat. Selain penanganan darurat, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap titik-titik rawan longsor yang berpotensi mengancam akses transportasi.

Selanjutnya, pemantauan berkala akan diperkuat untuk mendukung upaya mitigasi bencana di wilayah Kabupaten Agam. Pemerintah menilai langkah antisipatif menjadi kunci dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mengurangi dampak kerugian akibat bencana alam.

Melalui penanganan cepat di lokasi longsor Simpang BK–Koto Alam, Pemkab Agam menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan akses jalan sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang beraktivitas di kawasan tersebut.(*)

Editor : Hendra Efison
#Simpang BK Koto Alam #Nagari Batu Kambing #akses jalan tertutup longsor #longsor agam #Dinas PUTR Agam