Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

10 Gempa Sumbar Sepekan, BMKG Padangpanjang Catat Magnitudo Terbesar 3,9 dan Dominasi Gempa Dangkal

Randi Zulfahli • Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45 WIB
Peta sebaran episenter gempa bumi di Sumatera Barat periode 12 hingga 18 Juni 2026 berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang. (Dok. BMKG Padangpanjang)
Peta sebaran episenter gempa bumi di Sumatera Barat periode 12 hingga 18 Juni 2026 berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang. (Dok. BMKG Padangpanjang)

PADEK.JAWAPOS.COM — BMKG Padangpanjang mencatat sebanyak 10 kejadian gempa bumi di wilayah PGR VI selama periode 12 hingga 18 Juni 2026. Dari jumlah tersebut, gempa berkekuatan terbesar mencapai Magnitudo 3,9 dan seluruh kejadian tidak dirasakan masyarakat.

Data tersebut dirilis BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang berdasarkan hasil pemantauan aktivitas seismik di Sumatera Barat dan sekitarnya sepanjang sepekan terakhir.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa aktivitas kegempaan di wilayah PGR VI dipengaruhi oleh dua sumber utama, yakni zona subduksi dan Sesar Sumatera yang aktif membentang di Pulau Sumatera.

“Gempa bumi yang terjadi di wilayah PGR VI disebabkan oleh aktivitas pergerakan lempeng di zona subduksi dan aktivitas Sesar Sumatera,” kata Suaidi Ahadi dalam keterangan resminya, Jumat (19/6/2026).

Meski tercatat terjadi 10 kali gempa bumi, BMKG memastikan seluruh aktivitas seismik tersebut tidak menimbulkan guncangan yang dirasakan masyarakat.

“Tidak terdapat gempa bumi dirasakan pada periode ini,” ujarnya.

BMKG Padangpanjang: Mayoritas Gempa Berkekuatan Kecil

Berdasarkan analisis BMKG, sebagian besar gempa yang terjadi selama sepekan berada pada kategori magnitudo rendah.

Dari total 10 kejadian, sebanyak delapan gempa memiliki kekuatan di bawah Magnitudo 3. Sementara dua kejadian lainnya berada pada rentang Magnitudo 3 hingga 5.

Data statistik menunjukkan magnitudo maksimum mencapai 3,9, sedangkan magnitudo minimum tercatat 1,7. Sepanjang periode pemantauan, tidak ditemukan gempa dengan kekuatan di atas Magnitudo 5.

Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas seismik di wilayah Sumatera Barat masih didominasi gempa-gempa kecil yang umum terjadi akibat dinamika tektonik regional.

Selain itu, BMKG terus melakukan pemantauan secara intensif guna mendeteksi setiap perubahan aktivitas kegempaan yang berpotensi terjadi di kawasan tersebut.

Gempa Dangkal Mendominasi Aktivitas Seismik

Dari sisi kedalaman hiposentrum, BMKG mencatat dominasi gempa dangkal selama periode pemantauan.

Sebanyak sembilan kejadian gempa terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sementara hanya satu gempa yang masuk kategori gempa menengah dengan kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer.

Catatan BMKG menunjukkan kedalaman maksimum mencapai 61 kilometer, sedangkan kedalaman minimum berada pada angka 5 kilometer.

Karakteristik gempa dangkal umumnya lebih sering terjadi di wilayah Sumatera Barat karena dipengaruhi aktivitas sesar aktif maupun interaksi lempeng tektonik di zona subduksi Mentawai.

Meski demikian, gempa yang terjadi selama periode ini tidak memicu dampak signifikan maupun laporan kerusakan dari masyarakat.

Masyarakat Diimbau Pantau Informasi Resmi BMKG

BMKG Padangpanjang mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait aktivitas gempa bumi.

Sebagai lembaga resmi yang bertugas memantau meteorologi, klimatologi, dan geofisika, BMKG terus memperbarui informasi kegempaan secara berkala melalui berbagai kanal komunikasi resmi.

Imbauan tersebut sejalan dengan motto BMKG, yakni “Memberi Informasi, Menjaga Keselamatan”, yang menempatkan penyebaran informasi akurat sebagai bagian penting dalam mitigasi bencana.

Masyarakat Sumatera Barat juga diharapkan terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam dengan memahami langkah-langkah mitigasi gempa bumi dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber terpercaya.

Dengan pemantauan yang berkelanjutan, BMKG berharap masyarakat dapat memperoleh informasi cepat, akurat, dan tepat sehingga risiko akibat bencana dapat diminimalkan.(*)

Editor : Hendra Efison
#aktivitas seismik Sumbar #gempa bumi Sumatera Barat #Gempa Dangkal #gempa sumbar #BMKG Padangpanjang