PADEK.JAWAPOS.COM—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah perkotaan di Sumatra Barat akan mengalami hujan ringan pada Rabu (1/7/2026). Dari tujuh kota yang dipantau, enam di antaranya berpotensi diguyur hujan ringan, sedangkan Kota Payakumbuh diprediksi berawan sepanjang hari.
Prakiraan tersebut menjadi acuan bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan. BMKG mengimbau warga menyiapkan payung atau jas hujan sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Selain berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat, hujan ringan juga dapat menyebabkan kondisi jalan menjadi licin serta mengurangi jarak pandang, terutama saat intensitas hujan meningkat pada waktu tertentu.
Prakiraan Cuaca 7 Kota di Sumbar Hari Ini
Berdasarkan data BMKG, Kota Padang diprakirakan mengalami hujan ringan dengan suhu udara berkisar 22–25 derajat Celsius dan kelembapan udara mencapai 83–97 persen.
Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Kota Solok. Wilayah ini memiliki suhu 20–26 derajat Celsius dengan kelembapan udara 73–96 persen.
Di Kota Sawahlunto, hujan ringan diprakirakan turun dengan suhu berkisar 23–29 derajat Celsius dan kelembapan 67–95 persen.
Sementara itu, Kota Padangpanjang juga diprediksi diguyur hujan ringan. Suhu udara berada pada rentang 19–23 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi, yakni 90–99 persen.
Cuaca hujan ringan turut berpotensi terjadi di Kota Bukittinggi dengan suhu 18–24 derajat Celsius dan kelembapan udara antara 72–99 persen.
Berbeda dengan wilayah lainnya, Kota Payakumbuh diprakirakan hanya berawan sepanjang hari. Suhu udara di kota tersebut berkisar 20–28 derajat Celsius dengan kelembapan 64–97 persen.
Adapun Kota Pariaman juga masuk dalam daftar wilayah yang diprediksi mengalami hujan ringan. Suhu udara berkisar 24–28 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 76–97 persen.
BMKG Imbau Warga Tetap Waspada Saat Beraktivitas
BMKG mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi lembaga tersebut. Perubahan kondisi atmosfer dapat memengaruhi prakiraan cuaca sehingga informasi terbaru perlu dipantau secara berkala.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca, terutama ketika hujan turun. Pengendara diimbau mengurangi kecepatan kendaraan karena permukaan jalan yang basah berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain itu, masyarakat yang melakukan perjalanan antarkota disarankan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dan memperhitungkan kemungkinan waktu tempuh yang lebih lama akibat cuaca.
Dengan memantau prakiraan cuaca sejak dini, masyarakat dapat menyesuaikan rencana aktivitas harian sehingga perjalanan maupun kegiatan di luar ruangan dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.(*)
Editor : Hendra Efison