PADEK.JAWAPOS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang mencatat 20 kejadian gempa bumi di wilayah Pusat Gempa Regional (PGR) VI selama periode 26 Juni hingga 2 Juli 2026. Seluruh gempa tersebut tidak dirasakan oleh masyarakat.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang, Suaidi Ahadi, mengatakan aktivitas kegempaan selama sepekan dipengaruhi oleh pergerakan lempeng tektonik di zona subduksi dan aktivitas Sesar Sumatera.
"Selama sepekan terakhir, tepatnya 26 Juni sampai 2 Juli 2026, kami mencatat ada 20 kali kejadian gempa bumi di wilayah PGR VI. Aktivitas ini dipicu oleh pergerakan lempeng di zona subduksi dan aktivitas Sesar Sumatera. Yang perlu kami sampaikan kepada masyarakat, tidak ada satu pun gempa bumi pada periode ini yang dirasakan," ujar Suaidi, Jumat (3/7/2026).
Data BMKG menunjukkan, 11 kejadian gempa memiliki magnitudo 3 hingga 5. Sementara sembilan kejadian lainnya berkekuatan di bawah magnitudo 3.
Magnitudo terbesar yang tercatat selama periode tersebut mencapai 4,1, sedangkan magnitudo terkecil 1,8.
Menurut BMKG, seluruh aktivitas kegempaan itu masih berada pada kategori gempa berkekuatan rendah hingga menengah sehingga tidak menimbulkan guncangan yang dirasakan masyarakat.
Seluruh Gempa Berpusat di Kedalaman Kurang dari 60 Kilometer
Selain magnitudo, BMKG juga mencatat kedalaman pusat gempa atau hiposenter selama periode pemantauan.
Seluruh gempa yang terjadi berada pada kedalaman kurang dari 60 kilometer atau tergolong gempa dangkal.
BMKG tidak mencatat adanya gempa berkedalaman menengah, yakni 60 hingga 300 kilometer, maupun gempa dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer.
Kedalaman maksimum yang tercatat mencapai 56 kilometer, sedangkan kedalaman minimum hanya 1 kilometer dari permukaan bumi.
Dominasi gempa dangkal tersebut sesuai dengan karakteristik wilayah PGR VI yang berada di sekitar zona subduksi dan jalur Sesar Sumatera.
BMKG juga menyusun peta sebaran episenter gempa bumi selama periode 26 Juni hingga 2 Juli 2026 sebagai bagian dari pemantauan aktivitas seismik di wilayah PGR VI.
Peta tersebut menggambarkan lokasi pusat gempa yang terjadi selama sepekan dan menjadi salah satu dasar pemantauan perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut.
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Siaga
Meski tidak ada gempa yang dirasakan masyarakat, BMKG mengingatkan warga Sumatera Barat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat wilayah ini berada di kawasan aktif secara tektonik.
Masyarakat juga diminta memahami langkah-langkah mitigasi bencana sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko apabila sewaktu-waktu terjadi gempa bumi.
BMKG mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal-kanal resmi lembaga tersebut agar memperoleh informasi yang akurat mengenai perkembangan aktivitas kegempaan.
BMKG Padangpanjang mengusung moto "Memberi Informasi, Menjaga Keselamatan" sebagai komitmen dalam menyediakan informasi kegempaan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.(*)
Editor : Hendra Efison