Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Barang Tertinggal di Kereta? KAI Sumbar Berhasil Kembalikan 31 Barang Milik Penumpang

Hendra Efison • Kamis, 9 Juli 2026 | 15:20 WIB
Petugas KAI Divre II Sumbar mengembalikan barang milik penumpang yang ditemukan melalui layanan Lost and Found kepada pemiliknya.
Petugas KAI Divre II Sumbar mengembalikan barang milik penumpang yang ditemukan melalui layanan Lost and Found kepada pemiliknya.

PADEK.JAWAPOS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) memastikan seluruh barang milik penumpang yang tertinggal di kereta maupun area stasiun berhasil dikembalikan kepada pemiliknya melalui layanan Lost and Found. Sepanjang 2025 hingga Semester I 2026, sedikitnya 31 kasus barang tertinggal berhasil ditangani dengan nilai barang mencapai lebih dari Rp92 juta.

Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya KAI Divre II Sumbar meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, terutama selama masa libur sekolah 2026 ketika mobilitas penumpang meningkat.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan layanan Lost and Found merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman, termasuk memberikan perlindungan terhadap barang bawaan pelanggan.

"Sepanjang tahun 2025, KAI Divre II Sumbar mencatat sebanyak 17 kasus barang tertinggal dengan estimasi nilai mencapai Rp46.150.000. Sementara hingga Semester I tahun 2026 telah tercatat 14 kasus barang tertinggal dengan estimasi nilai sekitar Rp46.002.500. Seluruh barang yang ditemukan tersebut berhasil dikembalikan kepada pemiliknya," ujar Reza.

Barang yang berhasil ditemukan beragam, mulai dari telepon genggam, laptop, tablet, dompet, tas, dokumen penting hingga uang tunai.

Sistem Terintegrasi Permudah Penelusuran Barang

Reza menjelaskan, setiap barang yang ditemukan petugas langsung diamankan dan didata sesuai prosedur.

Bila diperlukan, petugas juga mengumumkan penemuan barang melalui pengeras suara di stasiun agar pemilik dapat segera mengetahuinya.

Selanjutnya, barang diberi label identitas, didokumentasikan, lalu dicatat ke dalam Database Lost and Found yang terhubung secara daring dengan seluruh stasiun KAI.

Sistem tersebut memudahkan proses pencarian dan mempercepat pengembalian barang kepada pemilik yang sah.

"Dengan sistem yang terintegrasi ini, pelanggan dapat melaporkan maupun melakukan pengecekan barang yang hilang di seluruh stasiun KAI. Hal tersebut membuat proses penelusuran menjadi lebih cepat, akurat, dan efektif," kata Reza.

Penumpang yang menyadari barangnya tertinggal dapat segera melapor kepada kondektur selama perjalanan, petugas stasiun, petugas Polsuska, maupun melalui Contact Center KAI 121.

Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang barang ditemukan sebelum berpindah lokasi.

Penumpang Diimbau Cek Barang Sebelum Turun

Selain mengoptimalkan layanan Lost and Found, KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan pelanggan agar lebih teliti sebelum meninggalkan kereta.

Penumpang diimbau membawa barang secukupnya dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal di rak bagasi, bawah kursi, maupun area tempat duduk.

Reza menegaskan KAI tidak hanya mengutamakan keselamatan perjalanan, tetapi juga berupaya memberikan rasa aman kepada pelanggan terhadap barang bawaannya.

"Kami berharap setiap perjalanan menggunakan kereta api dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan menyenangkan. Selain tiba di tujuan dengan selamat, kami juga ingin memastikan seluruh pelanggan membawa kembali barang bawaannya dengan lengkap. Namun apabila terjadi kehilangan, pelanggan tidak perlu panik karena KAI siap membantu melalui layanan Lost and Found yang tersedia di seluruh stasiun," tutup Reza.(*)

Editor : Hendra Efison
#barang tertinggal di kereta #KAI Divre II Sumbar #Reza Shahab #Kereta Api Sumbar #Lost and Found KAI