PADEK.JAWAPOS.COM – Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah Kota Bukittinggi dan sekitarnya pada Sabtu (18/7/2026) pukul 18.20.27 WIB.
Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa memiliki magnitudo 2,0.
Episenter gempa berada pada koordinat 0,31 Lintang Selatan (LS) dan 100,30 Bujur Timur (BT) atau sekitar 8 kilometer barat Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, dengan kedalaman 9 kilometer.
BMKG menjelaskan bahwa informasi tersebut merupakan hasil pengolahan data awal yang mengutamakan kecepatan penyampaian sehingga parameter gempa masih dapat berubah seiring kelengkapan data yang masuk.
Baca Juga: BMKG: Gempa M3,1 yang Mengguncang Bukittinggi Berasal dari Aktivitas Sesar Sianok
"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG dalam keterangan awalnya.
Gempa ini terjadi sekitar enam jam setelah wilayah Bukittinggi diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 3,1 pada Sabtu (18/7/2026) pukul 11.58.50 WIB.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa sebelumnya berpusat pada koordinat 0,24 LS dan 100,35 BT, atau berada di darat sekitar 7 kilometer barat laut Bukittinggi dengan kedalaman 5 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Dr. Suaidi Ahadi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa gempa berkekuatan M3,1 tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Sianok.
Baca Juga: Gempa M4,7 Guncang Air Bangis Pasaman Barat, Dipicu Aktivitas Sesar Mentawai
"Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempabumi, gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Sianok," ujar Suaidi Ahadi.
Hingga informasi awal gempa M2,0 ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai dampak maupun kerusakan akibat kejadian tersebut. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi BMKG untuk memperoleh pembaruan data dan perkembangan lebih lanjut.(*)
Editor : Heri Sugiarto