PADEK.JAWAPOS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat melalui penyerahan tiga unit Hunian Tetap (Huntap) Mandiri kepada masyarakat terdampak bencana di Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kabupaten Padangpariaman, Jumat (10/7/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan dalam menghadirkan hunian permanen yang layak sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana.
Tiga unit Huntap Mandiri yang diserahkan masing-masing berada di Kampung Tanjung, Kecamatan Kuranji, Kota Padang; Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman; serta Jorong Kampung Pondok, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman.
Prosesi penyerahan kunci dilakukan langsung oleh Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian, bersama kepala daerah di masing-masing wilayah. Penyerahan juga dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, termasuk PT Semen Padang sebagai penyedia material pembangunan rumah.
Di Kota Padang, kunci rumah diserahkan kepada pasangan Agusman dan Juliana dengan didampingi Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Sementara di Kota Pariaman, pasangan Nasrul Koto dan Elmidona menerima Huntap Mandiri bersama Wali Kota Pariaman Yota Balad.
Adapun di Kabupaten Padangpariaman, pasangan Revival dan Yusra menerima hunian permanen yang diserahkan Rustian dengan didampingi Bupati Padang Pariaman John Kenedy Aziz.
Dalam kesempatan itu, Rustian menegaskan bahwa percepatan pembangunan hunian tetap menjadi salah satu prioritas BNPB dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, rumah permanen merupakan kebutuhan mendasar agar warga dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Ia juga meminta seluruh pihak, termasuk mitra pembangunan, terus mendukung penyelesaian pembangunan rumah permanen bagi masyarakat yang masih membutuhkan.
Selain meninjau pembangunan Huntap Mandiri, Rustian mengingatkan pemerintah daerah di Sumatera Barat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan muncul akibat fenomena El Niño.
Menurutnya, musim kemarau panjang berpotensi memicu krisis air bersih sehingga pemerintah daerah perlu mulai menyiapkan langkah mitigasi, salah satunya dengan membangun sumur bor dengan kedalaman yang memadai.
"Kita harus mulai mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan kemarau panjang. Salah satu langkah antisipasi adalah membangun sumur bor dengan kedalaman yang memadai sebagai fasilitas bagi masyarakat apabila kondisi itu benar-benar terjadi," katanya.
Rustian menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi setiap potensi bencana. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak merasa takut, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan.
"Masyarakat tidak perlu takut terhadap bencana, tetapi harus tetap waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan," ujarnya.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Aziz, menyambut baik pelaksanaan program Huntap Mandiri yang digagas BNPB. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana sekaligus menghadirkan hunian permanen yang berkualitas.
"Semoga para penerima manfaat dapat menghuni rumah ini bersama keluarga dengan aman dan nyaman. Rumah ini dibangun dengan material Sepablock, kualitasnya sangat baik, bahkan desainnya mirip dengan bangunan-bangunan di Belanda," katanya.
Dalam program ini, PT Semen Padang mendukung pembangunan Huntap Mandiri melalui penyediaan material Semen Padang Bata Interlock (Sepablock) yang digunakan pada ketiga rumah tersebut.
Penyerahan tiga unit Huntap Mandiri menjadi bagian dari komitmen BNPB mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor industri diharapkan dapat mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.(*)
Editor : Hendra Efison