PLN Siapkan Pasokan Listrik hingga 7,4 MVA untuk Dukung PLTP Muara Labuh Unit 2 di Solok Selatan

Hendra Efison • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00 WIB
Tim PLN Group bersama PT Supreme Energy Muara Labuh melakukan pengecekan teknis untuk memastikan kesiapan pasokan listrik bagi pembangunan PLTP Muara Labuh Unit 2 di Solok Selatan dengan potensi kebutuhan daya mencapai 7,4 MVA.
Tim PLN Group bersama PT Supreme Energy Muara Labuh melakukan pengecekan teknis untuk memastikan kesiapan pasokan listrik bagi pembangunan PLTP Muara Labuh Unit 2 di Solok Selatan dengan potensi kebutuhan daya mencapai 7,4 MVA.

SOLOK SELATAN, PADEK.JAWAPOS.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat menyiapkan pasokan listrik hingga 7,4 MVA untuk mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Labuh Unit 2 milik PT Supreme Energy Muara Labuh (PT SEML). Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi PLN Group bersama PT SEML sebagai bagian dari dukungan terhadap percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Rapat koordinasi berlangsung pada Senin (20/7) dan dihadiri sekitar 20 peserta dari jajaran PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Solok, PLN Electricity Services (PLN ES), serta manajemen PT Supreme Energy Muara Labuh.

Turut hadir Manajer PLN ES UP4 Sumbar Gusrianto, Asisten Manager Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Solok Dito Nusa Putra, Manajer PLN ULP Muaralabuh Beni Oktavian beserta tim, serta Site Support Manager PT SEML Erwin bersama jajaran.

Pertemuan tersebut membahas kebutuhan penyediaan tenaga listrik untuk mendukung seluruh tahapan pembangunan PLTP Unit 2.

Koordinasi dilakukan untuk menyelaraskan aspek teknis, perencanaan jaringan, jadwal pembangunan, hingga peluang kolaborasi layanan kelistrikan terintegrasi agar kebutuhan listrik proyek dapat dipenuhi sejak tahap konstruksi hingga pembangkit beroperasi secara komersial.

Berdasarkan hasil pembahasan, kebutuhan daya akan dipenuhi secara bertahap mengikuti perkembangan proyek. Pada fase konstruksi awal yang dijadwalkan dimulai pada akhir September 2026, PT SEML membutuhkan pasokan listrik sebesar 400 kVA hingga 555 kVA untuk mendukung pekerjaan pembangunan di lapangan.

Kebutuhan Daya Meningkat pada Tahap Pre-Commissioning

Memasuki tahap pre-commissioning yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga September 2027, kebutuhan daya diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 6,3 MVA.

Pasokan tersebut akan digunakan untuk mendukung proses pengujian awal Generator Unit 2 sebelum memasuki tahap operasi komersial.

Secara keseluruhan, potensi kebutuhan daya proyek mencapai sekitar 7,4 MVA, sehingga menjadi salah satu prospek strategis bagi PLN dalam mendukung investasi sektor energi panas bumi di Sumatera Barat.

Sebagai tindak lanjut rapat koordinasi, tim gabungan PLN UP3 Solok, PLN ULP Muaralabuh, dan PLN Electricity Services melakukan pengecekan teknis di lapangan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan jaringan distribusi, titik penyambungan, serta skema pelayanan kelistrikan agar kebutuhan pelanggan dapat dipenuhi secara andal, aman, dan tepat waktu.

Selain menyiapkan pasokan listrik, PLN Electricity Services juga menyatakan kesiapan mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan melalui layanan konstruksi terintegrasi.

Dalam kesempatan yang sama, PT SEML mengajukan penggunaan jaringan underground cable sebagai jalur penyaluran listrik menuju transformator dan panel utama pembangkit guna meningkatkan keandalan sistem sekaligus menjaga estetika kawasan.

General Manager PT PLN (Persero) UID Sumatera Barat Ririn Rachmawardini menegaskan PLN berkomitmen mendukung setiap investasi strategis nasional, khususnya di sektor energi baru terbarukan, melalui penyediaan pasokan listrik yang andal dan layanan berkualitas.

"PLN siap mendukung pengembangan sektor energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih. Sinergi yang terjalin bersama PT Supreme Energy Muara Labuh menjadi wujud komitmen PLN dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal, tepat waktu, dan sesuai kebutuhan pelanggan," ujar Ririn.

Menurutnya, kolaborasi tersebut memperkuat kesiapan infrastruktur, kompetensi teknis, dan sinergi PLN Group dalam mengawal investasi berbasis energi bersih di Sumatera Barat.

Dukungan kelistrikan yang andal diharapkan menjadi fondasi keberhasilan pembangunan PLTP Muara Labuh Unit 2 sekaligus mempertegas peran PLN dalam mendukung ekosistem energi berkelanjutan.(*)

Editor : Hendra Efison
PLTP Muara Labuh Unit 2 PT Supreme Energy Muara Labuh energi baru terbarukan solok selatan PLN UID Sumatera Barat