BMKG Imbau Warga Sumbar Waspadai Hujan Lebat hingga Awal Agustus 2026

Suyudi Adri Pratama • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 15:55 WIB
Ilustrasi hujan lebat di Sumatera Barat. BMKG mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi pada awal Agustus 2026.
Ilustrasi hujan lebat di Sumatera Barat. BMKG mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi pada awal Agustus 2026.

PADEK.JAWAPOS.COM— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Barat berpotensi mengalami hujan ringan hingga sangat lebat pada 31 Juli-6 Agustus 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Decky Irmawan dalam keterangan resmi BMKG, Jumat (31/7/2026), mengatakan peningkatan intensitas hujan diperkirakan terjadi pada awal Agustus.

Pada 28-30 Juli 2026, hujan ringan hingga sangat lebat telah terjadi di sejumlah wilayah Sumbar.

Curah hujan tertinggi tercatat di Kabupaten Padangpariaman sebesar 126 milimeter pada 29 Juli, sedangkan pada 30 Juli curah hujan tertinggi tercatat di Kabupaten Dharmasraya sebesar 29 milimeter.

Decky menjelaskan kondisi atmosfer tersebut dipengaruhi belokan angin, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, serta anomali suhu muka laut yang hangat. Kombinasi faktor tersebut meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah Sumatera Barat.

Sejumlah Wilayah Masuk Peringatan Dini

Pada 31 Juli-3 Agustus 2026, belokan angin diprakirakan masih bertahan. Gelombang Kelvin dan Rossby juga diperkirakan melintasi Sumbar, sementara suhu muka laut tetap hangat dan atmosfer lokal berada dalam kondisi labil.

BMKG memprakirakan cuaca pada periode tersebut didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan sampai sangat lebat.

Peningkatan hujan sedang hingga lebat perlu diwaspadai di Bukittinggi, Tanahdatar, Padangpanjang, Payakumbuh, Sawahlunto, Kota Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya.

Sementara status peringatan dini kategori siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padangpariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Limapuluh Kota, dan Kabupaten Solok.

BMKG menyatakan tidak terdapat potensi angin kencang pada periode 31 Juli-3 Agustus.

Peluang Hujan Mulai Menurun 4-6 Agustus

Memasuki 4-6 Agustus, peluang hujan diprakirakan mulai menurun. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi secara tidak merata akibat pengaruh gelombang Kelvin, suhu muka laut yang hangat, dan kondisi atmosfer yang masih labil.

Hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Tanahdatar, Padangpanjang, Padangpariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya.

Untuk periode tersebut, BMKG tidak mengeluarkan status siaga maupun peringatan angin kencang.

Decky mengimbau masyarakat mewaspadai perubahan cuaca yang dapat memicu banjir, longsor, genangan, pohon tumbang, dan sambaran petir. Pengendara juga diminta berhati-hati saat hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang.

Masyarakat diingatkan menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, maupun bangunan yang rapuh saat hujan disertai angin kencang dan petir. Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG juga perlu dipantau secara rutin sebagai dasar merencanakan aktivitas dan perjalanan.(*)

Editor : Hendra Efison
hujan awal Agustus Cuaca Sumbar Peringatan Dini BMKG bmkg sumbar Hujan lebat Sumatera Barat