Potensi Geothermal Sumbar Capai 1.651 MW, Pemprov Kejar Investasi Energi Bersih

Hendra Efison • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:52 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi memperlihatkan naskah komitmen pengembangan geothermal yang telah ditandatangani. PGE juga menerima SK PSPE Cubadak Panti seluas 29.897 hektare dengan potensi 77 MWe, Kamis (20/8/2026).
Gubernur Sumbar Mahyeldi memperlihatkan naskah komitmen pengembangan geothermal yang telah ditandatangani. PGE juga menerima SK PSPE Cubadak Panti seluas 29.897 hektare dengan potensi 77 MWe, Kamis (20/8/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan, khususnya panas bumi atau geothermal, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi dan mewujudkan Sumbar sebagai Green Province.

Potensi geothermal Sumbar tercatat mencapai sekitar 1.651 megawatt (MW) yang tersebar di 22 titik pada tujuh kabupaten.

Namun, pemanfaatannya hingga kini baru sekitar 5 persen sehingga masih terbuka ruang besar untuk pengembangan investasi energi bersih.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan pengembangan geothermal menjadi salah satu fokus pemerintah daerah karena Sumbar memiliki potensi energi bersih yang cukup besar.

“Alhamdulillah, kita termasuk salah satu daerah yang sudah menyatakan komitmen dalam pemanfaatan panas bumi. Kita memang konsen dengan geothermal dan itu sudah kita kemas dalam konsep Green Province,” kata Mahyeldi di Padang, Jumat (21/8/2026).

Pemprov Sumbar Dorong Percepatan Investasi

Komitmen tersebut mendapat pengakuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemprov Sumbar meraih penghargaan sebagai Pemerintah Provinsi Pendukung Investasi Panas Bumi dalam rangkaian The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Penghargaan tersebut diterima Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi yang hadir mewakili Gubernur Mahyeldi.

Pemprov menilai penghargaan itu menjadi apresiasi sekaligus motivasi untuk memperkuat dukungan terhadap investasi panas bumi.

Mahyeldi mengatakan pengembangan energi bersih tidak hanya berkaitan dengan ketahanan energi.

Menurutnya, sektor tersebut juga berpotensi membuka peluang investasi dan menciptakan nilai ekonomi bagi daerah serta masyarakat.

Karena itu, Pemprov Sumbar mendorong kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, akademisi serta masyarakat agar pengembangan energi terbarukan dapat berjalan berkelanjutan.

Muara Laboh hingga Cubadak Panti

Salah satu pemanfaatan geothermal yang telah berjalan di Sumbar berada di PLTP Muara Laboh, Kabupaten Solok Selatan, dengan kapasitas sekitar 86 MW.

Pengembangan Muara Laboh Unit-2 berkapasitas 80 MW juga tengah berjalan dengan nilai investasi sekitar USD490 juta dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2027.

Selain itu, pengembangan potensi geothermal juga dilakukan melalui pengeboran sumur eksplorasi Bonjol di Pasaman Barat serta survei pendahuluan di wilayah Cubadak Panti.

Kepala Dinas ESDM Sumbar Helmi Heriyanto mengatakan Cubadak Panti di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat menjadi salah satu peluang pengembangan yang memasuki tahapan lebih lanjut.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mendapat Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) dengan estimasi awal possible reserve sebesar 77 MWe.

Geothermal Ditargetkan Jadi Kekuatan Ekonomi

Mahyeldi mengatakan tantangan utama pengembangan geothermal adalah kebutuhan investasi yang besar serta kepastian dan kemudahan bagi investor.

“Kita berharap ada percepatan dan dukungan dari kementerian terkait, sehingga pemanfaatan energi baru terbarukan kita bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Pemprov Sumbar berharap semakin banyak investor masuk untuk mengembangkan 22 titik potensi geothermal yang tersebar di tujuh kabupaten.

Pengembangan energi panas bumi dan sumber energi terbarukan lainnya, seperti tenaga air dan surya, juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi serta mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.

“Ini bukan hanya soal listrik, tetapi bagaimana potensi energi bersih yang kita miliki dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkas Mahyeldi.(*)

Editor : Hendra Efison
geothermal Sumbar potensi geothermal Sumbar investasi energi bersih panas bumi Sumbar Green Province Sumbar