PADEK.JAWAPOS.COM— Jalan Provinsi Sumatera Barat di wilayah Agam dinilai sudah lebih nyaman dilalui setelah dilakukan pengaspalan dan pelebaran. Namun, sejumlah jembatan yang kondisinya tidak layak masih membutuhkan penanganan pemerintah.
Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar, Armizoprades, mengatakan kondisi jalan provinsi belum sepenuhnya maksimal, terutama setelah terdampak banjir bandang, longsor dan galodo.
Pernyataan itu disampaikan setelah tim BMCKTR Sumbar melakukan peninjauan pembangunan jalan, jembatan dan pemotongan tebing di wilayah Agam pada Kamis (27/8/2026).
Tim tersebut terdiri dari Kabid Bina Marga Elfiandri, Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Agam Febie Yandra, PPK Harnesia Wirda serta sejumlah pejabat lainnya.
Armizoprades mengatakan, meski masih terdapat kerusakan, kondisi jalan provinsi saat ini sudah aman untuk dilewati.
Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah Kelok 44 yang dinilai menarik wisatawan karena pemandangan Danau Maninjau.
Peninjauan juga dilakukan terhadap pekerjaan pemotongan tebing di Sungai Landia yang ditangani PPK Jecki Haripratama.
Sementara itu, Wali Nagari Kotokaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Syawaldi DT Tumbasa Nan Itam, mengapresiasi perbaikan jalan provinsi yang dilakukan melalui pengaspalan dan pelebaran.
Menurut dia, kondisi jalan yang mulus dan lebih lebar membantu mempercepat distribusi hasil pertanian serta ikan keramba masyarakat menuju tujuan.
Sejumlah Jembatan Masih Jadi Perhatian
Syawaldi mengatakan perbaikan jalan juga berdampak terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan.
Jalan provinsi dari Maninjau hingga Muko-muko yang lebih baik membuat wisatawan semakin banyak datang dan berkeliling Danau Maninjau dengan mengayuh sepeda.
Namun, dia berharap pemerintah provinsi turut memperhatikan kondisi jembatan di Jorong Pasa Rabaa yang disebut sudah tidak layak karena dibangun sejak zaman Belanda.
Jembatan Kularian juga disebut sudah dalam kondisi teleng. Jembatan tersebut dibangun pada 1968, sama seperti Jembatan Kurambik.
Berbeda dengan Jembatan Kularian, Jembatan Kurambik di Kenagarian Koto Gadang, Kecamatan Tanjung Raya, disebut sudah dibangun kembali dan kini ramai dikunjungi anak muda untuk bersantai menjelang malam sambil menunggu matahari terbenam.
Armizoprades menjelaskan, kerusakan jalan dan jembatan pascabanjir cukup banyak. Sebagian besar pekerjaan perbaikan sudah dikontrakkan, sementara beberapa paket lainnya masih dalam proses tender.
Salah satunya ruas jalan yang sempat viral di Batusangkar-Ombilin. Paket tersebut sudah berkontrak dengan PT Statika Mitra Sarana dan PPK Ilham, sehingga diharapkan pekerjaan dapat dimulai dalam waktu dekat dan tuntas pada 2026.
Menurut Armizoprades, pemeliharaan jalan yang masih dapat dilewati terus dilakukan masing-masing UPTD Jalan dan Jembatan dengan anggaran yang tersedia.(z)
Editor : Hendra Efison