PADEK.JAWAPOS.COM – Gelombang laut setinggi hingga 4 meter berpotensi mengancam sejumlah perairan Sumatera Barat pada 30 Agustus hingga 2 September 2026. Pada periode terakhir, potensi gelombang tinggi meluas hingga perairan Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Teluk Bayur mengingatkan masyarakat pesisir, nelayan, serta pengguna transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca dan gelombang di perairan Sumbar.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, meminta masyarakat maritim mencermati perkembangan prakiraan cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan dan masyarakat pesisir untuk selalu mencermati perkembangan prakiraan cuaca maritim secara berkala. Pastikan kondisi cuaca di laut aman mendukung sebelum memulai aktivitas guna mencegah risiko kecelakaan laut,” ujar Sahat dalam rilis BMKG Maritim Teluk Bayur, Sabtu (29/8/2026).
Gelombang 4 Meter Mulai Mengintai Perairan Pagai
Pada periode 30 Agustus pukul 07.00 WIB hingga 31 Agustus pukul 06.00 WIB, kondisi perairan Sumbar diprakirakan bervariasi dari cerah berawan hingga hujan petir.
Hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah perairan, termasuk Agam-Pasaman Barat, Barat Siberut, Timur Pagai, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Sementara hujan yang disertai kilat atau petir berpotensi terjadi di Perairan Padang-Padangpariaman dan Pesisir Selatan.
Angin diperkirakan bertiup dari Tenggara hingga Timur dengan kecepatan 5–14 knot.
Tinggi gelombang umumnya berada pada kategori rendah hingga sedang, tetapi dapat mencapai 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Sumbar.
Memasuki periode 31 Agustus pukul 07.00 WIB hingga 1 September pukul 06.00 WIB, variasi gelombang meningkat dari kategori rendah hingga tinggi.
Gelombang sedang setinggi 1,25–2,50 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan. Sementara gelombang tinggi 2,50–4 meter perlu diwaspadai di wilayah Perairan Pagai.
Gelombang Tinggi Meluas ke Pesisir Selatan dan Mentawai
Pada periode 1 September pukul 07.00 WIB hingga 2 September pukul 06.00 WIB, potensi gelombang tinggi diprakirakan meluas.
Gelombang 2,50–4 meter berpotensi terjadi di Perairan Pesisir Selatan, Siberut, Sipora, serta Pagai.
Sementara gelombang sedang 1,25–2,50 meter diperkirakan bertahan di Perairan Padang-Padangpariaman dan Agam-Pasaman Barat.
Pada periode tersebut, Perairan Barat Pagai juga mendapat perhatian khusus karena berpotensi mengalami hujan berintensitas tinggi yang disertai kilat atau petir.
Kecepatan angin diprakirakan berada pada kisaran 2–14 knot dan masih dominan dari arah Tenggara hingga Timur.
BMKG Ingatkan Aktivitas Laut
Selain gelombang dan hujan, BMKG Maritim Teluk Bayur juga memperkirakan kondisi pasang surut air laut pada Minggu (30/8/2026).
Air laut diprakirakan mengalami fase pasang pada pukul 05.00–09.00 WIB serta 17.00–21.00 WIB. Sementara fase surut diperkirakan terjadi sekitar pukul 12.00–14.00 WIB dan 23.00–02.00 WIB.
BMKG meminta masyarakat maritim dan pengguna jasa kelautan memperbarui informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut.
Kewaspadaan diperlukan terutama ketika kondisi gelombang tinggi dan hujan petir berpotensi terjadi bersamaan.(*)
Editor : Hendra Efison