Lantik 4 Pejabat, Arry Tegaskan Mutasi ASN Sumbar Tak Berdasarkan Permintaan

Hendra Efison • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 15:48 WIB
Sekda Sumbar Arry Yuswandi menegaskan pengisian jabatan ASN dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan kinerja, bukan permintaan ASN maupun pihak luar, Selasa (1/9/2026).
Sekda Sumbar Arry Yuswandi menegaskan pengisian jabatan ASN dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan kinerja, bukan permintaan ASN maupun pihak luar, Selasa (1/9/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM — Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi menegaskan pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan kinerja aparatur, bukan berdasarkan permintaan ASN maupun pihak luar.

Penegasan itu disampaikan Arry saat melantik empat pejabat administrator atau eselon III di lingkungan Pemprov Sumbar di Ruang Pola Lantai III Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (1/9/2026).

Arry mengatakan pengisian jabatan dilakukan dengan mempertimbangkan hasil penilaian kinerja, kompetensi, sikap, dan perilaku masing-masing aparatur.

Ia menekankan, promosi, mutasi maupun demosi merupakan bagian dari dinamika pemerintahan yang harus dipahami sebagai proses evaluasi.

“Promosi, mutasi, demosi ukurannya adalah kinerja. Kinerja itu tidak hanya yang dihitung secara jumlah intensitas pekerjaan atau kuantitatif, tapi juga dari kualitas hasil dari pekerjaan yang dilaksanakan,” tegas Arry.

Promosi dan Mutasi Diukur dari Kinerja

Menurut Arry, penilaian terhadap ASN tidak cukup hanya melihat jumlah pekerjaan yang diselesaikan.

Kualitas hasil pekerjaan serta sikap dan perilaku juga menjadi bagian penting dalam menentukan penilaian.

Ia menjelaskan, Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) mencakup penilaian terhadap kinerja dan perilaku aparatur.

Hasil penilaian tersebut menggambarkan apakah seorang ASN berada di bawah, sesuai, atau di atas ekspektasi.

Karena itu, Arry meminta setiap ASN memahami hasil penilaian yang diberikan pimpinan sebagai bagian dari evaluasi sekaligus harapan untuk memperbaiki kinerja.

“Dalam hasil penilaian SKP, orang yang dinilai harusnya bisa memahami bahwa penilaian yang diberikan oleh atasannya itu sebenarnya mengandung harapan. Tidak hanya menilai sesuai kenyataan, tapi ada harapan di dalamnya,” katanya.

Arry juga menegaskan pengisian jabatan di lingkungan Pemprov Sumbar tidak dilakukan berdasarkan permintaan aparatur untuk ditempatkan pada posisi tertentu.

Menurutnya, Gubernur Sumbar Mahyeldi tidak pernah perkenankan pengisian jabatan berdasarkan permintaan ASN maupun pihak luar.

“Kalau ada yang mengatakan, ‘Pak, saya ingin ditempatkan di situ,’ Pak Gubernur sampai hari ini tidak pernah memperkenankan atau menyetujui permintaan tersebut. Saya pastikan itu,” tegas Arry.

Empat Pejabat Administrator Dilantik

Dalam pelantikan tersebut, empat pejabat administrator resmi menduduki jabatan baru berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumbar Nomor 821/4178/BKD-2026 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Administrator Eselon III di Lingkungan Pemprov Sumbar.

Pejabat pertama yakni Ade Pratama, S.STP., M.M. yang dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Bagian Protokol pada Biro Administrasi Pimpinan Setda Sumbar.

Kemudian Ichsan Khalis, S.STP., M.M. dilantik sebagai Kepala Bagian Protokol pada Biro Administrasi Pimpinan Setda Sumbar. Sebelumnya, ia merupakan Analis Kebijakan Ahli Muda pada Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar.

Selanjutnya, Syukri Piter Nugraha, S.STP., M.I.Kom. dilantik sebagai Kepala Bagian Pengendalian Administrasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah pada Biro Administrasi Pembangunan Setda Sumbar. Sebelumnya, ia menjabat Analis Kebijakan Ahli Muda pada Biro Administrasi Pembangunan.

Sementara Herry Maizani, S.P., M.Si. dilantik sebagai Kepala Bidang Perkebunan Tanaman Tahunan dan Penyegar pada Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar. Sebelumnya, ia merupakan Peneliti Ahli Muda pada Badan Penelitian dan Pengembangan Sumbar.

Pejabat Diminta Jaga Soliditas

Arry mengingatkan para pejabat yang baru dilantik bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ia juga meminta pejabat yang mendapat amanah baru tidak merasa sebagai sosok paling hebat atau paling dibutuhkan dalam organisasi. Menurutnya, keberhasilan menjalankan tugas membutuhkan dukungan seluruh unsur organisasi.

“Amanah ini tidak akan pernah sukses jika hanya dikerjakan oleh si pemegang amanah itu sendiri tanpa dukungan rekan kerja, atasan serta bawahan. Oleh karena itu, menjaga soliditas internal itu penting,” katanya.

Arry mengajak seluruh ASN membangun lingkungan kerja yang kondusif, nyaman, penuh kebersamaan, dan saling membantu.

Menurutnya, pekerjaan pemerintahan tidak mungkin diselesaikan oleh satu orang tanpa dukungan unsur organisasi lainnya.(*)

Editor : Hendra Efison
Arry Yuswandi mutasi ASN Sumbar pelantikan pejabat Sumbar kinerja ASN. pemprov sumbar