237 Siswa Agam Diduga Keracunan, Semua Santap MBG dari Satu Dapur

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 20:25 WIB
Siswa diduga keracunan MBG mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (2/9/2026). (Dinkes Agam)
Siswa diduga keracunan MBG mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (2/9/2026). (Dinkes Agam)

AGAM, PADEK.JAWAPOS.COM— Sebanyak 237 siswa dari jenjang TK, SD hingga SMP di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, mengalami masalah kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh siswa tersebut tercatat menerima pasokan makanan dari satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.

Data tersebut disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam pada Rabu (2/9/2026). Para siswa mulai berdatangan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Puskesmas setempat sejak Selasa malam (1/9/2026) hingga Rabu siang untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Dinkes Kabupaten Agam Hendri Rusdian mengatakan, dari 237 siswa yang mengalami masalah kesehatan, dua orang harus dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Sampai saat ini Rabu, berjumlah 237 orang, dua orang dirujuk ke RS di Bukittinggi. Satu dirujuk ke RSUD Bukittinggi dan satu di RST Bukittinggi,” kata Hendri, Rabu (2/9/2026).

Dua Siswa Dirujuk ke Rumah Sakit

Mayoritas siswa yang sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas telah berangsur membaik. Mereka diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinilai membaik.

Hendri menyebut hingga Rabu sore tidak ada lagi pasien yang menjalani observasi di Puskesmas. Pemantauan masih dilakukan terhadap dua siswa yang dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi.

“Sampai sore ini sudah pulang semuanya, tidak ada lagi yang di observasi di Puskesmas, kecuali yang 2 orang yang di Rumah Sakit,” ujarnya.

Para korban berasal dari sejumlah jenjang pendidikan, mulai TK, SD hingga SMP. Penelusuran awal Dinkes Agam menunjukkan seluruh siswa tersebut mengonsumsi makanan yang berasal dari satu sumber penyedia.

“Dari satu dapur SPPG. Siswa dari SMP, SD dan TK,” tutur Hendri.

Sampel Makanan Diperiksa

Dinkes Agam bersama instansi terkait masih mendalami penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa tersebut.

Tim gabungan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinkes Agam telah mengamankan serta memeriksa sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

Sampel tersebut selanjutnya menjalani pengujian laboratorium. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk mengetahui pemicu gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Hingga pemeriksaan tersebut selesai, Dinkes Agam belum menyimpulkan penyebab pasti kejadian yang dialami 237 siswa tersebut.(*)

Editor : Hendra Efison
237 siswa Agam MBG Agam SPPG Agam Dinkes Agam keracunan mbg