Gubernur Sumbar Minta Dapur MBG Palupuh Distop, SPPG Tunggu Hasil Pemeriksaan

Hendra Efison • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 21:53 WIB
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.

PADEK.JAWAPOS.COM — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meminta operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dihentikan sementara setelah 237 siswa dan guru mengalami gangguan kesehatan usai menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di sisi lain, SPPG Palupuh masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

Mahyeldi mengatakan penghentian sementara dilakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk memastikan keamanan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat MBG.

“Demi keamanan, operasional dapur SPPG kita hentikan sementara. Amankan dan periksa seluruh prosesnya, termasuk sampel makanan,” kata Mahyeldi.

Ia meminta pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. Operasional dapur dapat dilanjutkan setelah hasil pemeriksaan keluar dan dipastikan tidak terdapat persoalan yang membahayakan.

Pemeriksaan melibatkan Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta pihak terkait lainnya. Proses tersebut mencakup pemeriksaan sampel makanan dan kondisi dapur SPPG.

SPPG Tunggu Hasil Pemeriksaan

Kepala SPPG Palupuh Wahyu Saputra mengatakan pihaknya tidak menemukan keluhan saat makanan MBG didistribusikan kepada siswa dan guru.

Menurutnya, keluhan baru diketahui oleh pihak SPPG pada hari berikutnya setelah makanan dibagikan.

Menu MBG yang dibagikan saat kejadian terdiri dari telur puyuh, mentimun, tomat dan selada.

Wahyu mengatakan pihak SPPG masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui apa yang menyebabkan 237 siswa dan guru mengalami gangguan kesehatan.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Program MBG Agam Aryo mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data terkait kejadian tersebut.

Data tersebut selanjutnya dikoordinasikan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan KPPG untuk memastikan penanganan kejadian.

Penyebab Masih Dalam Pemeriksaan

Sebanyak 237 siswa dan guru dilaporkan mengalami keluhan seperti mual, sakit perut dan pusing setelah menerima MBG pada Selasa (1/9).

Sebagian dari mereka sempat mendapatkan penanganan medis. Seluruh siswa dan guru yang sebelumnya menjalani perawatan telah diperbolehkan pulang.

Hingga kini, penyebab gangguan kesehatan tersebut masih dalam pemeriksaan. Sampel makanan dan kondisi dapur SPPG menjadi bagian dari pemeriksaan untuk mengetahui ada atau tidaknya kaitan dengan makanan yang dibagikan.

Mahyeldi juga meminta seluruh pengelola SPPG di Sumatera Barat memperketat pengawasan, terutama pada aspek kebersihan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan.

Pemeriksaan dan evaluasi tersebut diharapkan dapat memastikan keamanan program MBG sebelum operasional dapur SPPG Palupuh kembali berjalan.(*)

Editor : Hendra Efison
MBG Agam Dapur MBG Palupuh SPPG Palupuh 237 siswa guru mahyeldi ansharullah