PADEK.JAWAPOS.COM— Rehabilitasi sejumlah jaringan irigasi di Sumatera Barat pada 2026 diarahkan untuk memulihkan fungsi saluran sekaligus memperlancar distribusi air ke lahan pertanian masyarakat.
Pekerjaan dilakukan di sejumlah kabupaten dan kota melalui Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Sumbar.
Salah satu penanganan dilakukan pada jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Gunung Nago, Kota Padang.
Rehabilitasi dengan nilai kontrak Rp190.314.300 dan panjang penanganan 173 meter tersebut melayani areal pertanian seluas sekitar 156 hektare dan telah selesai dikerjakan.
Di Kabupaten Padangpariaman, rehabilitasi jaringan irigasi Ladang Laweh memiliki nilai kontrak Rp352.556.000 dengan panjang penanganan 15 meter. Jaringan tersebut melayani areal sekitar 29,3 hektare.
Pada pekerjaan itu, saluran yang sebelumnya menggunakan talang darurat direhabilitasi menjadi saluran beton.
Peningkatan konstruksi tersebut dilakukan untuk memperkuat saluran dan mendukung kelancaran distribusi air ke lahan pertanian.
Jaringan Irigasi di Sejumlah Daerah Ditangani
Rehabilitasi juga dilakukan pada jaringan irigasi Batang Selo di Kabupaten Tanahdatar.
Pekerjaan senilai Rp391.587.000 tersebut memiliki panjang penanganan 75 meter dan memberikan manfaat layanan irigasi sekitar 70 hektare.
Sementara itu, jaringan irigasi Baramban III di Kabupaten Agam ditangani sepanjang 79 meter dengan nilai kontrak Rp176.069.700.
Saluran yang sebelumnya berupa saluran tanah ditingkatkan menjadi pasangan batu.
Pekerjaan Baramban III telah mencapai progres 100 persen atau PHO dan memberikan manfaat layanan irigasi sekitar 267 hektare.
Penanganan jaringan irigasi juga dilakukan di Kabupaten Pasaman Barat.
Rehabilitasi jaringan irigasi Rimbo Tampurung memiliki nilai kontrak Rp146.432.800 dan memberikan manfaat layanan irigasi sekitar 12,2 hektare.
Selain itu, rehabilitasi jaringan irigasi Batang Partampungan di Pasaman Barat dilaksanakan dengan nilai kontrak Rp158.661.500.
Irigasi Jadi Penopang Sektor Pertanian
Kepala Dinas SDABK Provinsi Sumatera Barat, Rifda Suryani, mengatakan sumber daya air perlu dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Air yang tersedia di Sumatera Barat ini merupakan rahmat dari Allah. Karena itu, harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Setelah terjadi musibah beberapa waktu lalu, jaringan yang mengalami kerusakan perlu dinormalkan kembali agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya,” ujar Rifda.
Menurutnya, penanganan jaringan irigasi tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Kepala Bidang PJPA Dinas SDABK Sumatera Barat, Hendri Yulindra, berharap perbaikan tersebut membuat ketersediaan air untuk sawah masyarakat semakin terpenuhi.
“Mudah-mudahan dengan perbaikan dan rehabilitasi jaringan irigasi ini, ketersediaan air untuk sawah masyarakat dapat semakin terpenuhi. Kita berharap jaringan yang sudah ditangani dapat berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.(z)
Editor : Hendra Efison