Dua Korban Dugaan Keracunan MBG MTsN 1 Pariaman Pindah dari ICU ke HCU

ZikriNiati ZN • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 16:46 WIB
Wali Kota Pariaman Yota Balad membesuk dua siswi MTsN 1 Pariaman yang dirawat di RSUP M Djamil Padang, Jumat (18/9/2026).
Wali Kota Pariaman Yota Balad membesuk dua siswi MTsN 1 Pariaman yang dirawat di RSUP M Djamil Padang, Jumat (18/9/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM— Kondisi dua siswi MTsN 1 Kota Pariaman, Lutfiah Latisya dan Caca, yang sebelumnya mendapat perawatan intensif di ICU RSUP M Djamil Padang, kini mulai membaik.

Keduanya merupakan korban dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Saat ini, Lutfiah Latisya dan Caca sudah dipindahkan dari ruang ICU ke High Care Unit (HCU).

Ibu Latisya, Nina, mengatakan kondisi anaknya menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

"Saat ini Latisya sudah lepas oksigen. Nadi yang sempat turun kini mulai naik, begitu pula saturasinya. Keluhan sesak napas sudah tidak ada, hanya saja masih merasakan nyeri di bagian perut," ujar Nina.

Sementara itu, kondisi Caca juga menunjukkan perkembangan positif.

Jika kondisinya tetap stabil hingga malam, Caca diproyeksikan dapat dipindahkan ke ruang rawat inap biasa.

Sedangkan Latisya masih menjalani observasi lebih lanjut karena masih mengeluhkan sakit pada bagian perut.

Nina mengapresiasi gerak cepat Pemerintah Kota Pariaman, khususnya Wali Kota Pariaman dan jajaran, dalam membantu penanganan kesehatan anaknya.

Menurutnya, pihak keluarga terbantu dengan fasilitasi pelayanan kesehatan sejak dari daerah hingga proses rujukan ke RSUP M Djamil Padang.

Perhatian tersebut juga ditunjukkan Wali Kota Pariaman Yota Balad yang datang langsung ke RSUP M Djamil Padang untuk membesuk kedua siswi tersebut.

Dalam kunjungannya, Yota memberikan semangat kepada Latisya dan Caca agar segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Ia juga berharap kejadian serupa menjadi yang pertama dan terakhir terjadi di Kota Pariaman.

Ratusan Siswa Sempat Mengalami Mual dan Pusing

Sebelumnya, dugaan keracunan massal terjadi pada Senin (14/9/2026).

Ratusan siswa MTsN 1 Pariaman mengalami sejumlah gejala setelah mengonsumsi hidangan MBG.

Gejala yang dialami antara lain mual, muntah, pusing hingga sesak napas.

Para siswa kemudian dilarikan ke dua fasilitas kesehatan, yakni RSUD M Natsir/M Yamin Pariaman dan RSUD Sadikin Pariaman.

Di RSUD M Yamin, satu pasien sempat mendapat perawatan. Sementara di RSUD Sadikin, empat siswa menjalani perawatan intensif.

Dua di antaranya kemudian dirujuk ke RSUP M Djamil Padang. Satu pasien telah diperbolehkan pulang, sedangkan satu pasien lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Sadikin. (nia)

Editor : Hendra Efison
MTsN 1 Pariaman keracunan MBG Pariaman rsup m djamil padang