Punya Ide Dakwah Kreatif? Dai Sejuta Mimbar Buka Kompetisi hingga 31 Oktober

Hendra Efison • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 20:53 WIB
Soft launching Program Da’i Sejuta Mimbar digelar di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (18/9/2026). Hadir Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama Harry Alexander, Juni Supriyanto, Irwanda Wisnu Wardhana, Syuhelmaidi Syukur, dan Rizky Prayogo Ramadhan.
Soft launching Program Da’i Sejuta Mimbar digelar di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (18/9/2026). Hadir Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama Harry Alexander, Juni Supriyanto, Irwanda Wisnu Wardhana, Syuhelmaidi Syukur, dan Rizky Prayogo Ramadhan.

PADEK.JAWAPOS.COM–Mimbar dakwah kini tidak lagi hanya berada di masjid. Ketika generasi muda lebih banyak menghabiskan waktu di layar ponsel, pesan-pesan keagamaan pun mulai diarahkan hadir di ruang digital melalui Program Da’i Sejuta Mimbar (DSM).

Program tersebut resmi diperkenalkan di Sumatera Barat melalui soft launching yang digelar di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (18/9/2026). Program DSM merupakan kolaborasi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Harika Foundation.

Chairman of Harika Foundation, Syuhelmaidi Syukur, mengatakan, titik terobosan DSM terletak pada perubahan ruang dakwah. Menurutnya, mimbar dakwah kini tidak hanya berada di masjid, tetapi juga berpindah ke media digital, terutama media sosial.

“Secara sederhananya, mimbar dakwah kini tidak hanya di masjid tetapi juga berpindah ke media digital terutama medsos,” kata Syuhelmaidi.

Da’i Sejuta Mimbar merupakan flagship youth movement yang dirancang untuk melahirkan generasi muda Muslim yang inspiratif, adaptif, dan siap menjadi pemimpin di era digital.

Melalui dakwah digital, program tersebut memanfaatkan transformasi digital agar da’i muda dapat menyebarkan syiar Islam dan literasi keuangan haji secara luas melalui media sosial.

Dalam kompetisi DSM, peserta ditantang memproduksi konten dakwah yang kreatif, inspiratif, dan relevan dengan keseharian generasi muda.

Peserta juga mendapat pendampingan untuk berkembang sebagai kreator dakwah digital dan menjadi bagian dari jejaring dakwah yang lebih luas.

Sasaran DSM mencakup empat kelompok, yakni pelajar, santri, dan mahasiswa; da’i muda dan konten kreator; profesional muda dan influencer muslim; serta komunitas masjid dan organisasi kepemudaan Islam.

Syuhelmaidi menyebut program tersebut memiliki karakter young, kreatif, dan progresif. Dakwah di dunia kreatif, menurutnya, membutuhkan sesuatu yang baru agar masyarakat tertarik mengikuti dakwah digital, sekaligus mendorong peserta terus berkarya menghasilkan konten terbaik.

Saat ini, situs SejutaMimbar.id sudah dibuka bagi peserta untuk mendaftar dan mengunggah konten dakwah digital.

Kompetisi nasional ini berlangsung hingga 31 Oktober 2026, dengan seleksi awal berbasis AI dan tahap akhir oleh dewan juri. Selain itu, peserta favorit akan dipilih berdasarkan dukungan terbanyak di aplikasi.

Pihaknya akan terus roadshow ke beberapa kota untuk menambah peserta baru sekaligus mengaktivasi komunitas secara offline dan online.

"Aktivasi komunitas antara lain menyasar penerima beasiswa BPKH, penerima beasiswa BSI Maslahat, serta komunitas lain yang dinilai dapat eksis dalam kegiatan DSM," ujar Syuhelmaidi. 

Tahap akhir berupa grand final dan global eksposur untuk menentukan pemenang. Hadiah yang disiapkan berupa tabungan haji dari BPKH, umroh, sertifikat nasional, spiritual journey, serta global eksposur ke Singapura.

Soft launching di Sumbar dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi, Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander, Deputi Bidang Penghimpunan BPKH Juni Supriyanto, pakar kebijakan ekonomi Irwanda Wisnu Wardhana, Chairman of Harika Foundation Syuhelmaidi Syukur, Rizky Prayogo Ramadhan dari Gerakan Dai Sejuta Mimbar.

Secara nasional, sosialisasi Da’i Sejuta Mimbar sendiri telah dimulai sejak Mei 2026 secara daring.(*)

Editor : Hendra Efison
dakwah digital Harika Foundation Dai Sejuta Mimbar dakwah kreatif bpkh