Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Cari Informasi lewat AI? Begini Cara Memastikan Jawabannya Benar

Heri Sugiarto
Penulis: Heri Sugiarto❯
Jawaban AI perlu diverifikasi dengan membandingkannya dengan sumber informasi yang terpercaya. (Foto ilustrasi AI)
Jawaban AI perlu diverifikasi dengan membandingkannya dengan sumber informasi yang terpercaya. (Foto ilustrasi AI)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM — Kecerdasan buatan atau AI semakin sering digunakan untuk mencari penjelasan, merangkum informasi, menemukan ide hingga membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan. Namun, jawaban AI yang terdengar meyakinkan tidak selalu berarti informasi tersebut benar.

Google menjelaskan bahwa AI generatif dapat menghasilkan respons yang dibuat-buat atau keliru, termasuk karena salah memahami pertanyaan. Google menyarankan pengguna mengevaluasi respons secara kritis dan memeriksa informasi faktual melalui Google atau referensi lain.

OpenAI pun menyatakan bahwa model bahasa seperti ChatGPT dapat menghasilkan informasi yang salah atau menyesatkan, termasuk definisi, tanggal, fakta, kutipan, penelitian, maupun referensi yang tidak benar-benar ada. Karena itu, informasi penting tetap perlu diverifikasi melalui sumber yang terpercaya.

Advertisement

Artinya, AI dapat menjadi alat bantu untuk menemukan dan memahami informasi, tetapi jawabannya tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai sumber kebenaran.

Mengapa Jawaban AI Tidak Selalu Benar?

AI generatif bekerja dengan mengenali pola dalam data dan menghasilkan respons berdasarkan masukan pengguna. 

Advertisement

Sistem tersebut bukan manusia dan tidak memahami informasi dengan cara yang sama seperti manusia. 

Google menjelaskan bahwa model AI generatif dapat menghasilkan jawaban yang dibuat-buat atau mengalami kesalahan dalam memahami maksud pertanyaan.

Salah satu istilah yang sering digunakan untuk menjelaskan fenomena tersebut adalah hallucination, yaitu ketika model menghasilkan informasi yang tidak sesuai dengan fakta.

Kesalahan dapat berupa fakta yang keliru, tanggal yang salah, kutipan yang tidak pernah diucapkan, penelitian yang tidak ditemukan atau jawaban yang terlalu yakin terhadap pertanyaan yang sebenarnya ambigu.

Penelitian yang diterbitkan di Nature pada 2026 menemukan bahwa model bahasa besar (large language models atau LLM) masih dapat menghasilkan informasi yang salah tetapi terdengar masuk akal dan disampaikan dengan tingkat keyakinan tinggi.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

UNP Dorong Project Pembelajaran Siswa Jadi Produk Entrepreneurship

UNP Dorong Project Pembelajaran Siswa Jadi Produk Entrepreneurship

UNP mendampingi guru dan siswa Nagari Campago mengembangkan project pembelajaran menjadi produk entrepreneurship melalui literasi digital

AICCON Ke-6 Bahas Mitigasi Bencana

AICCON Ke-6 Bahas Mitigasi Bencana

AICCON ke-6 di Padang membahas komunikasi lingkungan, mitigasi bencana, literasi digital, dan kecerdasan buatan bersama akademisi berbagai negara.

UNP Luncurkan Aplikasi Buku Digital, Perkuat Literasi 198 TBM di Sumatera Barat

UNP Luncurkan Aplikasi Buku Digital, Perkuat Literasi 198 TBM di Sumatera Barat

UNP meluncurkan aplikasi buku digital untuk Forum TBM Sumbar guna memperkuat literasi digital di 198 taman baca masyarakat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer