Gempa Magnitudo 4,5 di Agam Terasa hingga Padang, BMKG Sebut Akibat Aktivitas Sesar Mentawai

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 20:26 WIB
Peta episenter gempa M 4,5 di wilayah Agam, Sumatera Barat, Senin malam (21/9/2026). (BMKG Sumbar)
Peta episenter gempa M 4,5 di wilayah Agam, Sumatera Barat, Senin malam (21/9/2026). (BMKG Sumbar)

PADEK.JAWAPOS.COM — Wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,5, Senin malam (21/9/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi guncangan yang terjadi pukul 19.35 WIB tersebut berpusat di laut dan tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Berdasarkan hasil analisis seismisitas, pusat gempa atau episenter berada pada koordinat 0,52° LS dan 99,37° BT. Lokasi tersebut berjarak sekitar 76 kilometer arah barat daya Kabupaten Agam, dengan kedalaman pusat gempa tergolong dangkal, yakni 10 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika Padangpanjang Tony Agus Wijaya menjelaskan mekanisme dan penyebab terjadinya guncangan di wilayah tersebut.

“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempabumi, gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Mentawai,” kata Tony Agus Wijaya dalam keterangan resminya, Senin malam.

Guncangan Terasa hingga Padang

Dampak guncangan berdasarkan estimasi peta BMKG dirasakan paling kuat di wilayah Kabupaten Agam dengan intensitas III–IV MMI.

Skala tersebut menggambarkan getaran yang dirasakan nyata di dalam rumah oleh banyak orang, menyerupai sensasi truk berat yang melintas, hingga menyebabkan jendela, pintu, atau dinding berbunyi.

Selain Agam, guncangan juga meluas ke beberapa daerah tetangga. Kabupaten Padangpariaman, Kota Pariaman, hingga Kota Padang mencatat skala getaran II–III MMI.

Pada skala tersebut, benda-benda ringan yang digantung terlihat bergoyang dan getaran dirasakan masyarakat di dalam ruangan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

BMKG terus memantau perkembangan pascagempa utama. Hingga pukul 19.58 WIB pada hari yang sama, hasil pemantauan menunjukkan telah terjadi satu kali gempa bumi susulan (aftershock).

Masyarakat di kawasan terdampak diimbau tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BMKG meminta warga memverifikasi seluruh informasi kebencanaan hanya melalui kanal komunikasi resmi terverifikasi, seperti media sosial Instagram dan Twitter (@infoBMKG), situs resmi (bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), saluran Telegram (InaTEWS_BMKG), serta aplikasi seluler WRS-BMKG atau InfoBMKG. (cc1)

Editor : Hendra Efison
gempa agam BMKG Padangpanjang Sesar Mentawai gempa sumatera barat