PADEK.JAWAPOS.COM— Dampak banjir bandang atau galodo yang menerjang Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin malam (21/9/2026), terus didata. Hingga Selasa (22/9/2026), bencana tersebut menyebabkan empat warga luka, 11 kantor pemerintahan terdampak, 28 kendaraan rusak, dan 32 warga mengungsi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok, Nopelius ST MT, mengatakan galodo menerjang kawasan Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, dan Nagari Koto Gaek Guguk sekitar pukul 19.50 WIB.
Menurut Nopelius, bencana dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (19/9/2026).
Tim gabungan langsung melakukan penyisiran dan evakuasi setelah menerima laporan dari staf Dinas PUPR dan BKD.
“Banjir bandang terjadi akibat curah hujan tinggi yang berlangsung sejak Sabtu. Tim gabungan langsung bergerak melakukan penyisiran dan evakuasi begitu laporan diterima dari staf Dinas PUPR dan BKD,” kata Nopelius kepada Padek, Selasa (22/9/2026).
Empat warga mengalami luka akibat galodo. Tiga korban menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH) Padang untuk penanganan lebih lanjut.
“Dari empat korban luka, tiga orang kami rawat di RSUD Arosuka dan satu orang dirujuk ke SPH Padang karena membutuhkan penanganan medis lebih lanjut,” ujarnya.
Data terbaru BPBD Kabupaten Solok mencatat 11 kantor pemerintahan mengalami kerusakan. Kantor yang terdampak antara lain DPMN, DPUPR, Dinas Pariwisata, BKPSDM, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Pos Damkar, Labor PU, Ruang Sidang DPRD, Inspektorat, dan Setwan. Proses pendataan dampak masih berlangsung dan terus diperbarui.
Kerusakan juga terjadi pada kendaraan milik masyarakat. Sebanyak 21 unit mobil dan tujuh sepeda motor tercatat terdampak galodo, sehingga total terdapat 28 kendaraan yang mengalami kerusakan.
Dampak bencana juga membuat sembilan kepala keluarga dengan total 32 jiwa mengungsi. Sebanyak delapan KK atau 26 jiwa berada di rumah dinas Wakil Bupati Solok, sedangkan satu KK dengan enam jiwa mengungsi di lingkungan RSUD Arosuka.
“Pendataan dampak dan penanganan darurat masih terus berlangsung hingga saat ini. Kami memastikan seluruh warga terdampak mendapat pendampingan,” kata Nopelius.
BPBD Kabupaten Solok mencatat sejumlah kebutuhan mendesak bagi pengungsi, antara lain selimut, sembako, makanan siap saji, serta kebutuhan khusus perempuan dan bayi.
Operasi tanggap darurat melibatkan BPBD Kabupaten Solok, Damkar, Brimob Dharmasraya, Poldam, PMI Kabupaten Solok, Basarnas, TNI Kodim 0309, Polres Solok Arosuka, BIN, I-DERU, KSR PMI Unit UNP, dan sejumlah SKPD Pemkab Solok. Warga serta pemuda Batang Barus dan Koto Gaek Guguk turut membantu proses evakuasi.
Nopelius mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada karena potensi hujan berintensitas tinggi masih ada.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Hingga Selasa, proses evakuasi, pendataan kerusakan, dan penyaluran bantuan logistik masih dikoordinasikan BPBD Kabupaten Solok bersama TNI, Polri, dan relawan.(*)
Editor : Hendra Efison