Kevin Berangkat Kerja ke Jepang, Ingin Biayai Kuliah Dua Adik dan Bangun Usaha

Hendra Efison • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 17:01 WIB
Kevin Blezynsky Jhonevan mengikuti acara pelepasan calon pekerja ke Jepang di Kantor Lurah Limau Manis Selatan, Padang, Senin (12/10/2026). (Dok. PT Semen Padang)
Kevin Blezynsky Jhonevan mengikuti acara pelepasan calon pekerja ke Jepang di Kantor Lurah Limau Manis Selatan, Padang, Senin (12/10/2026). (Dok. PT Semen Padang)

PADEK.JAWAPOS.COM — Kesempatan bekerja di Jepang menjadi jalan bagi Kevin Blezynsky Jhonevan untuk membantu ekonomi keluarganya. Pemuda asal Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, itu ingin meringankan beban orang tua, memastikan dua adiknya tetap bisa menyelesaikan kuliah, sekaligus menyiapkan modal usaha setelah kembali ke Indonesia.

Kevin berasal dari keluarga Rumah Tangga Miskin (RTM). Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, ia merasa kesempatan bekerja di luar negeri bukan hanya menyangkut masa depannya sendiri, tetapi juga tanggung jawab terhadap keluarga.

“Dengan adanya kesempatan bekerja ke Jepang, saya bisa membantu meringankan beban ekonomi orang tua, sekaligus memastikan kedua adik saya yang masih kuliah tetap memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikannya. Di samping itu, kesempatan kerja di Jepang juga menjadi motivasi untuk mengubah nasib keluarga dan membuka usaha setelah balik ke Tanah Air,” ungkap Kevin.

Kevin mengikuti acara pelepasan yang digelar Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan di kantor lurah setempat, Senin (12/10/2026). Saat acara itu, ia dijadwalkan berangkat ke Jepang pada 13 Oktober 2026 lalu.

Enam bulan belajar bahasa dan budaya Jepang

Kesempatan tersebut tidak datang secara instan. Kevin harus melewati tahapan persiapan, termasuk mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center.

Pelatihan berlangsung selama enam bulan, mulai Juni hingga Desember 2025. Dalam proses tersebut, peserta mempelajari bahasa Jepang sekaligus mengenal budaya dan kebiasaan kerja di negara tujuan.

Bekal bahasa menjadi bagian penting dalam persiapan Kevin untuk berkomunikasi, memahami instruksi, dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Setelah mengikuti pelatihan, ia menjalani pengujian dan seleksi hingga memperoleh kesempatan bekerja di sektor pertanian.

Tempat kerjanya berada di Enjoji Yohei, Prefektur Ibaraki. Kevin menjelaskan bahwa statusnya di Jepang merupakan pekerja melalui program kerja, bukan peserta magang.

“Kontrak awal yang akan dijalani berlangsung selama satu tahun, dengan kemungkinan perpanjangan hingga maksimal lima tahun. Harapannya, saya bisa di Jepang selama lima tahun,” ujarnya.

Menurut Kevin, semakin lama kesempatan bekerja, semakin besar pula peluang untuk mengumpulkan tabungan, membantu keluarga, dan mempersiapkan usaha setelah pulang.

Membawa harapan saat jauh dari keluarga

Kevin menyadari bahwa bekerja di Jepang menuntut kesiapan menghadapi lingkungan, bahasa, budaya, dan pola kerja yang berbeda. Ia juga harus menjalani keseharian jauh dari orang tua dan kedua adiknya.

Namun, ia menilai tantangan itu sepadan dengan kesempatan yang diperoleh. Lulusan S1 Teknik Elektro Institut Teknologi Padang (ITP) tersebut ingin menjadikan pengalaman kerja di Jepang sebagai pijakan untuk kehidupan yang lebih baik.

“Bagi saya pribadi, kesempatan kerja di Jepang ini terlalu berharga untuk dilewatkan. Saya ingin membuktikan bahwa usaha yang dilakukan hari ini dapat menjadi pijakan untuk kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang,” ungkapnya.

Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan, Budi Safrianto, mengatakan program pelatihan bahasa dan budaya Jepang menyasar warga dari keluarga RTM. Program itu diharapkan membuka akses kerja yang dapat membantu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, juga berharap Kevin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menabung dan menyiapkan masa depan setelah kembali ke Tanah Air.

Harapan Kevin tidak berhenti pada penghasilan dari luar negeri. Ia ingin kembali dengan bekal tabungan dan kemampuan untuk membangun usaha, sehingga manfaat kesempatan kerja itu dapat dirasakan keluarganya dalam jangka panjang.(*)

Editor : Hendra Efison
Kevin Blezynsky Jhonevan kerja di Jepang warga Limau Manis Selatan keluarga RTM pelatihan bahasa jepang