Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bank Nagari jadi Bank Terbaik Dunia: Refleksi Kekuatan Ranah Minang dan Ekonomi Syariah

Adriyanto Syafril • Jumat, 15 Mei 2026 | 07:45 WIB
Rifka Abadi
Rifka Abadi

Penulis : Rifka Abadi - Dosen FEBI UIN Imam Bonjol Padang

Masuknya Bank Nagari ke dalam daftar World’s Best Banks 2026  versi Forbes menjadi momentum penting, tidak hanya bagi industri perbankan daerah, tetapi juga bagi masa depan ekonomi syariah di Sumbar.

Pengakuan internasional tersebut menunjukkan bahwa bank pembangunan daerah mampu bersaing di level global melalui kualitas layanan, inovasi digital, serta tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi. 

Dalam laporan Forbes yang bekerja sama dengan Statista, penilaian dilakukan melalui survei terhadap lebih dari 54 ribu responden di 34 negara. Aspek yang dinilai meliputi kepercayaan nasabah, kualitas layanan digital, efisiensi pelayanan, transparansi biaya, hingga konsultasi keuangan.

Fakta bahwa hanya 18 bank di Indonesia yang masuk daftar tersebut, dan Bank Nagari menjadi salah satunya, memperlihatkan bahwa transformasi kelembagaan dan penguatan pelayanan yang dilakukan selama ini berada pada jalur yang tepat.

Prestasi tersebut memiliki korelasi kuat dengan rencana transformasi menuju Bank Nagari Syariah. Pengakuan global menjadi modal reputasi yang sangat penting dalam proses konversi atau penguatan sistem syariah secara menyeluruh.

Sebab, keberhasilan bank syariah modern tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan terhadap prinsip syariah, tetapi juga oleh kualitas tata kelola, kemampuan digital, daya saing bisnis, serta tingkat kepercayaan publik. Semua indikator tersebut telah mulai dibangun oleh Bank Nagari dalam beberapa tahun terakhir.

Predikat Bank Nagari sebagai salah satu bank terbaik dunia memiliki momentum yang sangat besar jika dikaitkan dengan identitas Sumbar dan Ranah Minang. Pengakuan internasional tersebut bukan hanya kemenangan institusi perbankan, tetapi juga simbol bahwa masyarakat Minangkabau mampu menghadirkan lembaga ekonomi modern yang tetap berakar kuat pada nilai budaya, agama, dan kearifan lokal.

Di sisi lain, Sumbar memiliki karakter sosial dan budaya yang sangat dekat dengan nilai-nilai ekonomi Islam. Filosofi “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” menjadi pondasi yang kuat untuk membangun sistem ekonomi berbasis syariah secara menyeluruh.

Karena itu, keberadaan Bank Nagari Syariah bukan sekadar transformasi kelembagaan perbankan, tetapi juga bagian dari pembangunan identitas ekonomi daerah yang berlandaskan nilai keislaman, keadilan, dan keberlanjutan.

Bagi Ranah Minang, momentum ini menjadi pembuktian bahwa filosofi hidup masyarakat Minangkabau yang terkenal adaptif, entrepreneurial, dan religius masih sangat relevan di era ekonomi global saat ini.

Masyarakat Minang sejak dahulu dikenal memiliki tradisi dagang yang kuat, jaringan perantauan yang luas, serta kemampuan membangun kepercayaan dalam aktivitas ekonomi. Nilai-nilai tersebut sejatinya menjadi fondasi utama dalam industri keuangan modern, terutama perbankan syariah yang bertumpu pada amanah, transparansi, dan keberlanjutan.

Penguatan Unit Usaha Syariah Bank Nagari sendiri menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Pangsa pasar perbankan syariah di Sumbar yang telah mencapai lebih dari 40 persen menjadi indikator bahwa masyarakat memiliki tingkat penerimaan yang tinggi terhadap layanan keuangan syariah. Selain itu, pertumbuhan aset Unit Usaha Syariah juga terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa peluang menjadikan Sumbar sebagai salah satu pusat ekonomi syariah dunia bukanlah hal yang mustahil. Apalagi, ekonomi syariah global saat ini berkembang sangat pesat, mulai dari sektor perbankan, halal food, modest fashion, halal tourism, industri kreatif halal, hingga teknologi keuangan syariah (Islamic fintech). Dalam konteks ini, Bank Nagari dapat memainkan peran strategis sebagai motor penggerak ekosistem ekonomi syariah daerah.

Sebagai bank daerah, Bank Nagari memiliki kedekatan langsung dengan pelaku UMKM, pesantren, koperasi syariah, petani, nelayan, hingga komunitas usaha halal di berbagai kabupaten dan kota di Sumbar.

Ketika sistem pembiayaan syariah diperluas, maka akan tercipta rantai ekonomi yang lebih inklusif dan produktif. Pembiayaan berbasis bagi hasil, penguatan sektor riil, serta pengembangan industri halal akan memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Lebih jauh lagi, transformasi menuju Bank Nagari Syariah dapat memperkuat posisi Sumbar sebagai laboratorium ekonomisyariah nasional. Daerah ini memiliki kombinasi unik antara kekuatanbudaya Islam, jaringan pendidikan pesantren, diaspora Minang yang mendunia, tradisi perdagangan, serta dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan ekonomi berbasis syariah.

Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, ulama, pelaku usaha, dan lembaga keuangan akan menjadi pondasi penting dalam membangun pusat ekonomi syariah bertaraf internasional.

Pengakuan dunia terhadap Bank Nagari hari ini bukan sekadar penghargaan secara kelembagaan. Akan tetapi penghargaan tersebut sinyal bahwa lembaga keuangan daerah mampu naik kelas menjadi institusi global yang tetap berpijak pada nilai lokal dan spiritual.

Jika momentum ini mampu dioptimalkan melalui percepatan transformasi syariah, maka Sumbar berpotensi menjadi salah satu episentrum ekonomi syariah dunia yang lahir dari daerah, tumbuh bersama masyarakat, dan memberi manfaat luas bagi umat. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#World’s Best Banks 2026 #ekonomi syariah Sumbar #bank nagari #forbes