PADEK.JAWAPOS.COM - Kasus kekerasan terhadap anak terjadi lagi. Puluhan anak di penitipan anak atau daycare di Yogyakarta menjadi korban kekerasan. Kasus ini terungkap saat seorang mantan karyawan tidak tega melihat anak-anak diperlakukan tidak manusiawi. Dari video penggerebekan terlihat anak tidak diperlakukan secara manusiawi. Anak-anak ada yang hanya diberi pampers tampa baju. Ironisnya ada yang diikat pakai kain. Selain dugaan kekerasan, para orangtua juga menyoroti kondisi kesehatan anak-anak yang kerap mengalami batuk dan pilek berulang. Bahkan, beberapa anak didiagnosis pneumonia.
Tak terima akhirnya orangtua anak melaporkan ke pihak kepolisian. Kini 13 orang, mulai kepala yayasan, kepala sekolah dan pengasuh ditetapkan sebagai tersangka. Diharap pelaku mendapat hukuman yang setimpal.Kasus ini menjadi alarm bagi orangtua untuk tidak sembarangan menitipkan anak ke tempat penitipan. Apalagi yayasan tidak mengantongi izin. Tidak profesional dalam menjalankan perannya. Tidak punya psikologis yang baik. Mereka tega pada anak balita yang tak berdaya.
Perbuatan itu tidak saja melukai fisik dan kesehatan balita tapi juga berpengaruh kepada jiwanya. Anak akan trauma jika dititipkan pada orang asing dan jauh dari keluarga. Memang tidak ada yang sebaik anak diasuh oleh orangtua dan keluarga terdekat seperti neneknya.Namun karena tak memungkinkan terpaksa dititip di penitipan anak. Ibu muda yang bekerja dan tidak ada keluarga dekat biasa menempuh jalan ini.
Biarlah keluar uang ratusan ribu hingga jutaan asalkan anak ada yang mengasuh dan si ibu bisa tetap bekerja. Nanum ada yang memilih berhenti bekerja demi mengasuh anak. Berani mengambil risiko dan mengorbankan karir untuk membesarkan anak dengan kasih sayang yang seharusnya didapatkan anak sejak lahir hingga menjadi besar.
Tapi banyak juga yang memilih karir daripada mengasuh anak sendiri. Ini tentu melalui sejumlah pertimbangan. Tak siap kehilangan karir dan penghasilan. Apalagi yang punya pekerjaan tetap seperti PNS dan posisi yang baik di instansi tempatnya bekerja.
Selain menitipkan anak di tempat penitipan, ada juga yang menyewa baby sister dan dibawa ke rumah. Walau lebih privat dan baby sister kompeten tetap saja perlu diwaspadai. Siapa tahu ia kurang begitu care pada anak asuhnya. Sibuk main hape atau santai-santai.
Untuk mengantisipasi potensi penelantaran anak, orangtua bisa memasang CCTV di rumah dan dipantau lewat handphone. Namun tidak semua sudut rumah juga dipasangi CCTV. Tetap saja ada peluang jika si pengasuh ingin berbuat kejahatan. Situasi ketika punya baby bagi keluarga sibuk kerja memang dilema dan bikin waswas.
Jika terpaksa juga memakai jasa penitipan anak atau baby sister mesti super hati-hati. Sebab keselamatan anak jadi taruhannya. Cari rekomemadasi sebanyak-banyaknya tentang backgraound suatu penitipan anak. Anak harus sering-sering dipantau apakah diperlakukan dengan baik atau sebaliknya. Periksa tubuh anak dan cek kesehatannya berkala sewaktu di penitipan. Pihak berwenang juga harus melakukan pengawasan secara rutin tempat penitipan anak yang ada. Kalau tak mengantongi izin bekukan saja. (*)
Editor : Adriyanto Syafril