Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Piala Dunia dan Isi Dompet

Redaksi • Kamis, 11 Juni 2026 | 09:40 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

PIALA Dunia 2026 kickoff dini hari nanti. Seperti edisi 1994, jadwal kickoff-nya ramah keluarga: main pagi. Bayangkan, bangun subuh, ngopi, lalu nonton bola sambil anak-anak sarapan sebelum berangkat sekolah. Akhirnya, kita bisa ikut sorak-sorai tanpa harus begadang seperti kelelawar insomnia. Suami istri pun bisa kompak berteriak “Goool!”.

Sepak bola memang salah satu dari sedikit hal yang masih mampu menyatukan bangsa ini tanpa dibagi-bagi oleh politik atau medsos. Sesaat lupa utang, lupa macet, lupa segala. Tetapi, seperti biasa, Tuhan punya cara unik untuk menjaga keseimbangan alam semesta.

Baru saja hati senang karena Piala Dunia, tiba-tiba dompet menjerit pilu. Mulai biaya masuk sekolah yang naik. Daftar ulang? Jangan ditanya. Nominalnya bikin orang tua mendadak berubah jadi anggota tim SAR, mengobrakabrik laci, ko­long kasur, dan celengan anak-anak untuk mencari “harta karun”.

Hajatan tetangga juga datang berbondong-bondong: kawinan, sunatan, aqiqah, sampai arisan ibu-ibu yang bulan ini temanya “ngumpulin buat beli microwave”. Ditambah, harga kebutuhan pokok yang naik pelan tapi pasti, seperti mantan yang diam-diam balik mengejar. Rupiah lagi terpuruk, konon. Beras naik, telur naik, bensin naik. Kadang lebih takut buka aplikasi bank daripada buka skor pertandingan.

Lucunya, pada saat seperti ini, kita justru paling butuh hiburan. Piala Dunia datang seperti sahabat yang tahu kita sedang down, lalu mengajak pesta kecil. Kita memang ahli dalam seni “senang dulu, mikir kemudian”. Pagi nonton Messi atau Mbappe berlari lincah, siangnya hitung-hitungan uang saku anak. Malamnya mungkin tidur sambil memeluk bantal, berdoa semoga tim kesayangan juara, dan semoga inflasi tidak ikut juara.

Mungkin di situlah keindahannya. Di tengah segala ketidakpastian ekonomi, kita masih punya ruang untuk sukacita kecil. Menonton bola pagi hari sambil tertawa, berdebar, dan sesekali mengumpat wasit (mes­ki dari jauh). Jadi, mari kita nikmati Piala Dunia 2026 ini sebaik mungkin. Dengan penuh semangat, penuh harap, dan tentu saja… de­ngan bujet yang sangat kreatif. Selamat menonton! (*)

 

Editor : Adriyanto Syafril
#tajuk rencana #piala dunia 2026