Sehingga hal tersebut membuat setiap orang menginginkannya. Hanya orang-orang terpilihlah yang mampu menjadi bagian dari surga firdaus di alam baka kelak.
Meskipun demikian, Allah SWT telah menetapkan siapa saja umatnya yang tergolong ke dalam surga paling utama tersebut. Ada beberapa amalan yang bisa diterapkan dalam kehidupan untuk bisa mendapatkan surga yang paling mulia tersebut.
“Setiap orang pasti menginginkan kesuksesan, ada yang mengatakan ketika sudah bekerja mendapatkan gaji besar ia sudah sukses, namun itu belum tentu. Ada yang punya rumah besar, sudah sukses, itu pun juga belum tentu,” kata Ustad Rizki Usmul Azan dalam pengajian rutin Majelis Taklim Indonesia (MTI) Kota Padang di Masjid Agung Nurul Iman Padang, kemarin (4/9).
Menurutnya, orang kaya bisa dikatakan sukses apabila kekayaannya tersebut digunakan di jalan yang benar, dan orang miskin sukses apabila banyak bersabar dan juga bersyukur dalam menjalani hidupnya. Seorang pejabat dapat dikatakan sukses, apabila jabatannya digunakan dengan amanah.
“Orang yang sukses adalah orang yang mendapatkan surga Allah SWT, jangan mengira apa yang telah kita capai di dunia ini sudah segala-galanya, karena apapun yang kita raih di dunia, namun di akhirat bukan surga tempat kita, maka kita dikatakan sudah gagal,” tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, sukses menurut Allah adalah orang yang mendapatkan warisan, yaitu warisan surga firdaus. Ketika seorang hamba sudah dimasukkan ke dalam surga oleh Allah SWT, maka selamanya akan kekal di dalamnya.
Dalam tausiahnya disampaikan ada 7 amalan yang bisa diterapkan untuk mendapatkan surga-Nya. Ia mengatakan ketika meminta masuk surga, jangan pernah tanggung-tanggung, langsung minta masuk surga paling tinggi kepada Allah SWT.
“Untuk masuk tempat paling mulia tersebut tentu ada beberapa amalan yang perlu kita terapkan dalam kehidupan kita, seperti apa ciri-cirinya, ada 6 ciri-ciri orang yang bisa masuk ke dalam surga firdaus, dan orang-orang tersebut adalah orang-orang yang terpilih,” ucapnya.
Pertama, orang-orang yang mampu masuk ke dalam surga adalah orang yang beriman kepada Allah, yang dibuktikan dengan amal perbuatan. Bagaimana orang tersebut patuh akan perintah Allah SWT. Kedua, yaitu orang-orang yang shalatnya khusyuk. Bagaimana shalat yang khusyuk, yaitu shalat yang tidak terburu-buru.
Kemudian, yang ketiga yaitu meninggalkan kegiatan yang tidak berfaedah. Contohnya menonton sinetron, karena apa ketika tontonan tidak memberikan manfaat maka akan lebih baik tinggalkan saja. Lalu kegiatan seperti reunian, karena pertemuan reunian hanya tempat untuk pamer.
Ciri-ciri yang keempat merupakan ciri yang sulit, yaitu orang yang mengeluarkan zakat. Karena membayar zakat adalah kewajiban setiap Islam setiap tahunnya. Dengan zakat, kita bisa berbagai kepada orang lain karena sesungguhnya harta yang kita miliki ada juga hak orang lain di dalamnya.
Syarat atau ciri-ciri yang kelima adalah orang-orang yang menjaga kemaluannya. Artinya adalah orang-orang yang tidak melakukan zina, yang bermaksiat tidak dengan mahramnya. Orang-orang tersebut adalah orang yang amat dibenci-Nya. Ada banyak zina yang yang dibenci-Nya diantaranya ada zina mata, zina hati, zina telinga, zina mulut, dan zina kemaluan.
Keenam adalah menjaga amanah. Ia mengatakan, terkadang manusia paling sulit mengamalkan bagian ke enam tersebut. Banyak orang-orang yang tidak bisa amanah, banyak pejabat yang tidak bisa menjalankan tugasnya dengan amanah.
Terakhir yaitu orang-orang yang menjaga shalat lima waktu. Orang-orang yang mampu menjaga shalatnya baik dalam keadaan lapang maupun genting, maka akan Allah hadirkan surga di akhirat nanti baginya. Maka sempatkanlah waktu untuk mengerjakan shalat, apalagi shalat 5 waktu. (cr4) Editor : Novitri Selvia