Keinginan warga untuk memiliki masjid tersebut sudah terpendam selama 20 tahun, segala usaha telah ditempuh oleh warga. Bahkan ada sebuah keluarga yang dengan suka rela telah mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid tersebut. Namun upaya warga itu masih terkendala pada pendanaan.
Sejak keluarga Uman rela mewakafkan sebidang tanahnya dengan niat agar masjid bisa dibangun di atas tanah tersebut. Sejak waktu itu pulalah warga masyarakat dlDusun Lingkungan pun mulai mengumpulkan dana untuk membangun sebuah masjid.
Namun, kemampuan keuangan masyarakat tentu terbatas, tetapi itu tidak menyurutkan niat mereka. Segala usaha dan cara tetap dilakukan. Mulai dari mengumpulkan sumbangan dari masyarakat, perantau hingga meminta bantuan pada pemerintah daerah.
Usaha dan kerja keras masyarakat setempat akhirnya terjawab sudah. Pertolongan Allah datang melalui Tengku Awang Ya’kub bin Muhammad Taher yang merupakan kerabat kerajaan Brunai Darussalam. Dia datang sebagai donatur yang akan membangunkan masjid untuk warga dusun Lingkungan.
Sekilas memang agak aneh, ada seorang kerabat kerajaan dari Negara Brunai Darussalam tiba-tiba datang dan bersedia menjadi donatur pembangunan sebuah masjid di sana.
Namun, setelah ditelusuri dan dijelaskan ternyata Tengku Awang Ya’kub bin Muhammad Taher sebenarnya dulu nenek moyangnya berasal dari Sungayang dan kerabatnya juga masih ada sampai hari ini yakni Ibu Anis. Ia salah seorang keluarga yang masih tinggal dan menetap di kampung halaman di Sungayang.
Ibu Anis dihadapkan Bupati Tanahdatar Eka Putra, anggota DPRD Tanahdatar Khairul Abdi, Camat Sungayang beserta Forkompimca, niniak mamak, tokoh masyarakat dan seluruh undangan yang hadir saat peletakan batu pertama pembangunan masjid dusun Lingkungan, Sabtu (27/11) di Dusun Lingkungan menjelaskan, jika saudaranya Tuanku Awang Ya’kub atau Tengku Awang Ya’kub bin Muhammad Taher berasal dari Nagari Sungayang.
“Tengku Awang Ya’kub bin Muhammad Taher adalah cucu dari orang tua kita Gudam. Gudam adalah anak dari Dt. Bandaro Harun yang merupakan cucu dari Suri Maharajo di rumah Godang Pasumayan Koto Batu Sungayang,” ujar Ibu Anis.
Ia menyampaikan, kehadiran Tengku Awang Ya’kub bin Muhammad Taher disini dengan maksud dan tujuan untuk merealisasikan pembangunan sebuah masjid di dusun Lingkungan ini. Dan nanti setelah pembangunannya selesai pihak keluarga kerajaan Brunai Darussalam akan menghibahkannya kepada masyarakat setempat.
Apa yang dijelaskan oleh ibu Anis juga dibenarkan oleh Tengku Awang H. Ya’kub yang juga hadir waktu itu bersama putranya yang bernama Awang Muhammad Nabeelur Rahman bin Awang Haji Ya’kub.
“Niat kami di sini menghibahkan anggaran untuk pembangunan masjid, tujuannya agar masjid ini nantinya bisa dimanfaatkan oleh umat Islam untuk beribadah dan mengembangkan ilmu agama di sini,” kata Tengku Awang H. Ya’kub.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada bupati dan seluruh masyarakat, yang telah menyambutnya dengan sangat luar biasa. Dan menyampaikan permohonan maaf, apabila selama berada disini ada perilakunya yang kurang berkenan di hati seluruh masyarakat.
Dirinya juga mengharapkan hubungan silaturahmi yang saat ini sudah terjalin ke depan bisa semakin erat, terutama antara Brunai Darussalam dengan Minangkabau. “Pembangunan masjid ini adalah sebuah bukti bahwa hubungan silaturahmi ini akan terus terjalin dan akan semakin erat nantinya,” ujarnya lagi.
Sementara Bupati Tanahdatar Eka Putra, saat peletakan batu pertama pembangunan masjid dusun Lingkungan menyampaikan ucapan terimakasih kepada bapak Uman dan seluruh keluarganya yang telah mewakafkan tanahnya. Juga kepada Tengku Awang H. Ya’kub beserta seluruh keluarga sebagai donatur pembangunan masjid tersebut.
“Kami sangat bangga dan senang sekali, karena ini merupakan cita-cita masyarakat yang sudah sejak lama dinanti-nantikan dan alhamdulillah hari ini bisa terwujud,” sampai Bupati.
Sebagai kepala daerah, Bupati Eka Putra sangat mendukung pembangunan masjid tersebut, dan mengajak masyarakat untuk ikut andil dalam pengembangan masjid itu.
Terkait dengan keberadaan Tengku Awang H. Ya’kub bin Muhammad Taher dan seluruh kerabat kerajaan Brunai Darussalam yang merupakan keturunan orang Minangkabau, Bupati mengatakan memang zaman dulu banyak nenek moyang orang Minang yang merantau bahkan sampai ke negeri jiran.
“Kita sama-sama tahu, dulu banyak nenek moyang kita yang merantau sampai ke luar negeri atau biasa kita sebut negeri jiran. Dan saat ini salah satu dari keturunan nenek moyang kita pulang kampung dan langsung membangun sebuah masjid disini,” ujarnya.
Bupati di kesempatan itu juga tak lupa mendoakan agar seluruh keluarga besar Tengku Awang H. Ya’kub yang berada di Brunai Darussalam selalu diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Allah SWT.
Sementara kepada seluruh masyarakat, khususnya warga dusun Lingkungan juga dipesankan agar nanti setelah pembangunan masjid ini selesai agar bisa dimanfaatkan untuk beribadah dan melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan didalamnya.
“Ini tugas kita, mari kita isi dan ramaikan masjid dengan berbagai kegiatan keagamaan, jangan biarkan masjid kita kosong,” pesan bupati. (***) Editor : Novitri Selvia