PADEK.JAWAPOS.COM-Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon meresmikan Museum Sastra Indonesia milik sastrawan Taufik Ismail di Nagari Aieangek, Kecamatan X Koto, Tanahdatar, Rabu (30/10).
Peresmian itu turut dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Plt Gubernur Sumbar Audy Joinaldi dan sejumlah tokoh sastra nasional, seperti Yose Rizal Manua, Raudah Taib, Taufik Abdullah, Sulaiman Juned dan Perupa Budi Dharma.
Taufiq Ismail menyebut Museum Sastra Indonesia merupakan bentuk perluasan fungsi dari Rumah Puisi yang sebelumnya telah berdiri sejak 19 Desember 2008. Pendirian Rumah Puisi ini berdasarkan keinginan istrinya, Ati Taufiq Ismail, di kampung halaman.
“Jauh sebelumnya, istri saya bertanya jika saya meninggal dunia, koleksi buku saya mau dikemanakan? Saya ucapkan sumbangkan saja ke pusat dokumentasi sastra HB Jassin di Taman Ismail Jakarta. Namun istri saya tidak setuju, katanya bawa saja ke kampung, dan dirikan perpustakaan untuk generasi muda di daerah, begitulah kata Ati, dan saya setuju, pendek cerita berdirilah Rumah Puisi ini pada 19 Desember 2008,” ucap Taufiq Ismail.
Taufiq Ismail juga menceritakan, dalam proses dia membangun Rumah Puisi, ia sempat bertemu dengan Fadli Zon yang juga merupakan keponakannya. Fadli Zon kemudian membangun Rumah Budaya di lokasi yang berdekatan dengan Rumah Puisi.
“Maka bersandinglah, Rumah Puisi dan Rumah Budaya,” sebut penyair senior yang menghasilkan banyak karya selama lebih dari 60 tahun itu.
Setelah banyak proses dan kegiatan yang dilakukan di Rumah Puisi dan Rumah Budaya, lanjut Taufik, Fadli Zon merancang memperluas fungsi Rumah Puisi menjadi Museum Sastra Indonesia dan dirinya sangat mengapresiasi wacana tersebut.
“Semoga Rumah Puisi, Rumah Budaya dan Museum Sastra ini bermanfaat bagi generasi muda,” sebutnya.
Senada, Menbud Fadli Zon juga mendoakan agar keberadaan Museum Sastra Indonesia ini menjadi inspirasi bagi lahirnya museum serupa di daerah lain di Indonesia.
“Ini menjadi Museum Sastra Indonesia pertama di Indonesia. Semoga ini dapat memberikan inspirasi agar berdirinya museum serupa di berbagai lokasi. Museum sastra ini bisa menjadi semacam kantong sastra Indonesia, mudah mudahan bisa menjadi pusat aktivitas sastra, sanggar dan bisa dikunjungi oleh siswa dan bisa menjadi pusat destinasi sastra,” sebutnya.
Ia juga menyebutkan komitmennya selaku Menbud untuk mendorong dan memfasilitasi berdirinya museum-museum sastra dan kantong-kantong sastra lainnya di Indonesia. (rna)
Editor : Novitri Selvia