Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemkab Tanahdatar Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari Akibat Banjir dan Longsor

Heri Sugiarto • Rabu, 26 November 2025 | 23:15 WIB

Bupati Tanahdatar Eka Putra (tengah) mengumumkan penetapan status tanggap darurat bencana selama 14 hari usai banjir dan longsor.(Foto: Prokopim)
Bupati Tanahdatar Eka Putra (tengah) mengumumkan penetapan status tanggap darurat bencana selama 14 hari usai banjir dan longsor.(Foto: Prokopim)
PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Tanahdatar resmi menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari, terhitung mulai 27 November 2025. Keputusan ini diambil menyusul terjadinya bencana banjir, tanah longsor, aliran sungai meluap, serta angin kencang yang melanda sejumlah wilayah sejak beberapa hari terakhir.

Bencana tersebut berdampak pada beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Batipuh Selatan, Kecamatan Batipuh, dan Kecamatan X Koto. Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Batipuh Selatan dan X Koto.

Penetapan status tanggap darurat diputuskan dalam rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar Rabu malam (26/11/2025) di Gedung Indo Jolito, Batusangkar.

Rapat tersebut membahas kondisi terkini dan langkah penanganan darurat.

Bupati Tanahdatar, Eka Putra, mengatakan penetapan status ini penting agar seluruh unsur dapat fokus dalam penanggulangan bencana. “Dari kondisi wilayah yang terdampak dan kajian bersama Forkopimda, tentu kita perlu menetapkan tanggap darurat bencana tingkat kabupaten untuk 14 hari ke depan, agar kita bisa fokus menanggulangi bencana yang terjadi,” ujarnya.

Bencana yang dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi dan angin kencang ini menyebabkan jembatan putus, lahan pertanian rusak, rumah warga hanyut, serta fasilitas ibadah dan fasilitas umum lainnya ikut terdampak. Akibat jembatan putus, warga sejumlah wilayah dilaporkan terisolasi.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama TNI dan Polri telah mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum di beberapa titik terdampak. Lokasi terisolasi antara lain berada di Jorong Baiang, Nagari Guguak Malalo, serta Nagari Tambangan di Kecamatan X Koto.

“Ada rumah yang saat ini telah berada di tengah-tengah sungai. Sungai yang dulunya hanya 3 sampai 4 meter, kini melebar menjadi sekitar 80 meter,” jelas Bupati menggambarkan dampak kerusakan yang terjadi.

Sementara itu, Camat Batipuh Selatan, Muhammad As’ad, menyebut jumlah pengungsi terus bertambah seiring tingginya intensitas hujan.

“Sampai saat ini pengungsi telah mencapai 500 orang lebih dan tadi bertambah beberapa kepala keluarga lagi,” katanya.

Pemerintah daerah menyatakan pemantauan kondisi lapangan terus dilakukan, mengingat curah hujan masih tinggi hingga Rabu malam.

Upaya penanganan darurat dan pendistribusian bantuan akan terus dioptimalkan selama masa tanggap darurat berlangsung.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Pemkab Tanahdatar #banjir dan longsor #tanggap darurat bencana Tanahdatar #korban mengungsi #Eka Putra