Wilayah tersebut sebelumnya terisolasi setelah banjir bandang memutus akses utama. Kondisi itu menyebabkan bantuan tidak dapat disalurkan secara normal. Bahkan distribusi logistik sempat dilakukan menggunakan tali agar tetap sampai kepada warga terdampak.
Seiring meningkatnya bantuan yang tiba, relawan bersama warga membangun jembatan sementara dengan memanfaatkan batang pohon kelapa. Struktur darurat itu kini menjadi akses utama yang memungkinkan bantuan kembali mengalir.
“Alhamdulillah saat ini akses dan pendistribusian bantuan sudah bisa melalui jembatan sementara yang menggunakan pohon kelapa, yang pembuatannya dilaksanakan dengan gotong royong bersama relawan dan masyarakat,” kata Bupati Eka Putra.
Ia menambahkan, pemulihan akses ini diharapkan mampu mengakhiri keterisolasian wilayah tersebut. Selama sepuluh hari, sebanyak 215 jiwa dari 57 kepala keluarga tercatat terputus dari akses darat. Dengan adanya jembatan darurat, Bupati berharap distribusi logistik kembali lancar, anak-anak bisa kembali ke sekolah, dan aktivitas warga perlahan pulih.
Dalam kunjungannya, Bupati Eka Putra didampingi Dandim 0307 Tanahdatar, Kapolres Padangpanjang, Asisten II, Camat Batipuh, Wali Nagari Batipuh Baruah, serta tim relawan.
Rombongan menempuh jarak sekitar dua kilometer dengan berjalan kaki menuju lokasi terdampak akibat akses yang masih belum sepenuhnya pulih.
Di sana, Bupati menyapa warga dan menyampaikan permohonan maaf karena baru dapat hadir langsung di tengah masyarakat. Ia juga memastikan pemerintah daerah terus berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur dasar agar aktivitas warga dapat kembali normal.
Pada kesempatan tersebut, Bupati dan rombongan juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako, beras, minyak goreng, serta perlengkapan bayi kepada warga terdampak banjir bandang.(*)
Editor : Heri Sugiarto