BATIPUH SELATAN— Bencana air bah menerjang Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 10.38 WIB. Peristiwa ini memicu kekhawatiran akan potensi galodo susulan akibat material longsor yang masih tertahan di hulu bukit.
Camat Batipuh Selatan, Edwar, mengonfirmasi kejadian tersebut dan langsung mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat, khususnya di wilayah terdampak.
“Kami mengimbau masyarakat di Jorong Padang Laweh agar tetap waspada, karena masih ada potensi air bah susulan,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, risiko bencana lanjutan masih tinggi seiring kondisi cuaca ekstrem di kawasan perbukitan.
Baca Juga: Perbaikan Jembatan Rusak di Padang Dimulai 2026–2027, Kampung Tanjung Jadi Prioritas
Wali Nagari Padang Laweh Malalo, Akhyari, menyebut dampak bencana cukup signifikan dan menyasar dua wilayah, yakni Jorong Padang Laweh dan Jorong Tangah Duo Puluah.
“Dampak air bah ini dirasakan di dua jorong. Masyarakat di wilayah tersebut harus meningkatkan kesiapsiagaan,” katanya.
Ia menjelaskan, aliran air yang menjadi sumber utama kebutuhan warga mengalami gangguan serius.
“Suplai air ke sawah, kebun, hingga kebutuhan air minum warga yang berasal dari sungai saat ini terputus total,” ungkapnya.
Meski kondisi mulai terkendali hingga Rabu malam, warga di dua jorong tersebut masih bertahan di rumah masing-masing dengan status siaga.
Baca Juga: Tanamkan Budaya Selamat Sejak Dini, KAI Divre II Sumbar Gelar Edukasi “Sapa Sekolah” di SDN 04 Gaung
Pemerintah nagari juga telah menyiapkan langkah lanjutan untuk penanganan dampak bencana.
“Kami bersama unsur pemuda akan turun langsung ke lokasi untuk memastikan langkah konkret yang harus segera dilakukan,” tambah Akhyari.
Sementara itu, proses pembersihan material lumpur dan kayu yang menutup akses jalan utama telah selesai dilakukan menjelang Magrib oleh tim gabungan dan masyarakat.
Sebelumnya, Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Batipuh Selatan, Andre, menjelaskan bahwa air bah dipicu longsor di Bukit Patah Gigi yang terjadi sejak dua hari sebelumnya.
Material longsor akibat hujan deras pada Selasa (21/4/2026) menyumbat aliran di Cekdam Muaro Samuik.
Baca Juga: BNPB Tinjau Rumah Sepablock Semen Padang, Dinilai Ideal untuk Huntap Tahan Bencana
“Saat alat berat bekerja di cekdam untuk mengantisipasi sumbatan, tiba-tiba air bah datang. Alat berat sempat tertimbun sebagian dan tertimpa kayu, namun operator selamat dan tidak ada korban jiwa,” jelasnya.
Pemerintah kecamatan telah menetapkan jalur aliran air dari Bukit Patah Gigi sebagai zona merah.
Warga yang tinggal di sepanjang jalur tersebut diminta segera mengungsi jika terjadi hujan lebat di wilayah hulu.
“Jika hujan deras terjadi di puncak bukit, masyarakat diminta segera menuju aula Kantor Wali Nagari sebagai tempat evakuasi sementara,” tegas Edwar.
Pemerintah setempat menekankan pentingnya evakuasi dini guna mengantisipasi risiko bencana susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.(*)
Editor : Hendra Efison