PADEK.JAWAPOS.COM--BPBD Kabupaten Tanahdatar bersama Basarnas mengevakuasi warga yang terjebak banjir di wilayah Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas dan Kecamatan Lintau Buo, Selasa (12/5/2026) malam. Tingginya debit air yang mencapai dada orang dewasa membuat petugas harus menggunakan perahu untuk menyelamatkan warga, terutama kelompok lanjut usia (lansia).
Operasi penyelamatan dipimpin langsung Kepala Pelaksana BPBD Tanahdatar, dr. Ermon Revlin, dengan mengerahkan sedikitnya 15 personel BPBD ke sejumlah titik terdampak banjir.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tanahdatar, Purwanto, mengatakan banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan sejak Selasa sore hingga malam hari. Kondisi tersebut menyebabkan sungai di kawasan Saruaso dan Lintau meluap hingga merendam permukiman warga.
“Dari kondisi sore hari hujan deras sampai malam hari, mengakibatkan sungai di Saruaso dan Lintau itu meluap. BPBD menerima laporan dari warga sekitar pukul 21.30 WIB,” ujar Purwanto saat dikonfirmasi Padang Ekspres melalui sambungan telepon, Rabu (13/5/2026) pagi.
Di wilayah Saruaso, sebanyak lima rumah dilaporkan terendam banjir. Petugas memprioritaskan evakuasi terhadap enam orang lansia yang terjebak di dalam rumah menggunakan perahu karet.
“Ada lima rumah yang terendam di Saruaso. Jumlah keseluruhan lansia ada enam orang yang dievakuasi menggunakan perahu dan semalam itu dibawa ke kantor camat setempat. Evakuasi lansia selesai dilaksanakan pukul 01.30 WIB karena ketinggian air mencapai sedada orang dewasa,” katanya.
Baca Juga: Bergerak secara Fisik dan Digital, BRI-Padek Perkuat Kerja Sama
Dalam proses evakuasi, tim gabungan menerjunkan dua unit perahu ke dua lokasi utama terdampak banjir, masing-masing satu unit di Lintau Buo dan satu unit di Saruaso. Selain kawasan permukiman, luapan air juga terjadi di kawasan Sitangkai, tepatnya di dekat simpang tiga akibat meluapnya banda atau saluran air.
Meski kondisi sempat mencekam, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tim gabungan tetap bersiaga di lokasi hingga kondisi dinyatakan aman setelah hujan mulai reda dan debit air berangsur surut.
“Alhamdulillah masyarakat yang terdampak sudah dievakuasi dan untuk korban nihil. Teman-teman kembali ke posko sekitar pukul 03.30 WIB setelah memastikan kondisi air sudah agak surut,” tutup Purwanto. (*)
Editor : Adetio Purtama