Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemkab Tanahdatar Resmi Akhiri Masa Tanggap Darurat Bencana, Masuk Fase Pemulihan

Safrizal Putra • Selasa, 26 Mei 2026 | 10:32 WIB
Pemerintah Kabupaten Tanahdatar resmi mengakhiri masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor yang telah berlangsung selama 14 hari sejak 13 Mei 2026. (DOKUMENTASI PEMKAB TANAHDATAR)
Pemerintah Kabupaten Tanahdatar resmi mengakhiri masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor yang telah berlangsung selama 14 hari sejak 13 Mei 2026. (DOKUMENTASI PEMKAB TANAHDATAR)

PADEK.JAWAPOS.COM–Pemerintah Kabupaten Tanahdatar resmi mengakhiri masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor yang telah berlangsung selama 14 hari sejak 13 Mei 2026. Keputusan tersebut ditetapkan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Eka Putra bersama Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Gedung Indo Jolito, Batusangkar, Senin (25/5/2026) malam.

Dengan berakhirnya status tanggap darurat, Kabupaten Tanahdatar kini memasuki masa transisi darurat menuju pemulihan pascabencana yang akan berlangsung selama tujuh bulan, mulai 27 Mei hingga 27 Desember 2026.

“Malam ini kami putuskan masa tanggap darurat bencana berakhir dan terhitung mulai tanggal 27 Mei sampai 27 Desember, Tanahdatar memasuki masa transisi darurat ke pemulihan pascabencana,” ujar Eka Putra.

Baca Juga: Badan Perlindungan Konsumen Dukung Upaya Class Action

Bupati menjelaskan, perubahan status tersebut dilakukan bukan karena seluruh persoalan di lapangan telah selesai, melainkan karena pola penanganan kini bergeser dari tahap penyelamatan dan evakuasi menuju rehabilitasi serta rekonstruksi infrastruktur dan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah akan memfokuskan penanganan pada percepatan pemulihan infrastruktur vital serta pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi warga terdampak bencana.

“Di lokasi bencana masih terdapat kerusakan yang berdampak pada kehidupan masyarakat sehingga diperlukan penanganan terpadu sesuai prosedur pascabencana melalui masa transisi darurat,” katanya.

Baca Juga: Semen Padang Buka Salat Iduladha untuk Warga, Plaza Kantor Pusat Jadi Lokasi Ibadah Bersama

Sebelum rapat koordinasi digelar, Bupati Eka Putra bersama anggota DPRD Tanahdatar Wendri Aswil, Camat Lintau Buo Ikrar Pahlevi, serta Kabag Prokopim Roza Melfita meninjau langsung kondisi Jembatan Titian Putiah di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo.

Jembatan tersebut mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir dua pekan lalu sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. Akibatnya, akses transportasi penghubung Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Sijunjung untuk sementara dialihkan melalui jalur Pasar Tigo Jangko–Koto Panjang–Kumanih.

Untuk penanganan darurat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat disebut akan segera membangun jembatan Bailey dengan bentang sekitar 23 meter guna memulihkan konektivitas antarwilayah.

Baca Juga: Blackout Sumatera Akibat Kabel Putus-Cuaca Ekstrem, Tim Gabungan Bareskrim-PLN Sudah Olah TKP, Pastikan Bukan Sabotase

“Karena ini merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Tanah Datar dengan Kabupaten Sijunjung, maka untuk kondisi darurat akan dibangun jembatan Bailey dengan bentang sekitar 23 meter,” jelas Eka Putra.

Selain pembangunan jembatan darurat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga telah mengalokasikan anggaran melalui dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Eka Putra turut mengapresiasi masyarakat yang secara sukarela menyerahkan lahan untuk pembangunan jembatan darurat maupun permanen tanpa meminta ganti rugi.

Baca Juga: Anak Muda Pengidap Diabetes dan Hipertensi Makin Banyak, Biaya Pengobatan Membengkak, BPJS Rogoh Rp 151,4 T

“Alhamdulillah, lahan yang dibutuhkan sudah diserahkan masyarakat, baik untuk pembangunan jembatan darurat maupun jembatan permanen nantinya. Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh masyarakat,” ujarnya.

Usai meninjau jembatan, rombongan melanjutkan pemantauan ke posko bantuan bencana di kawasan jembatan timbang Setangkai untuk memastikan ketersediaan logistik dan distribusi bantuan kepada korban berjalan lancar.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tanahdatar, Ermon Revlin menyebut seluruh bantuan selama masa tanggap darurat telah tersalurkan dengan baik. Ia juga memastikan kondisi di empat wilayah terdampak, yakni Kecamatan Tanjung Emas, Padang Ganting, Lintau Buo, dan Lintau Buo Utara mulai berangsur membaik.

Baca Juga: Kurban, Taqwa dan Akhlak Asmaul Husna

“Pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing dan dibekali bantuan sembako menjelang Idul Adha. Ke depan, pendampingan ketat tetap dilakukan selama masa transisi darurat,” ujar Ermon Revlin.

Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari TNI, Polri, relawan, OPD, hingga para donatur yang dinilai berperan besar dalam percepatan penanganan bencana di Tanahdatar. (*)

Editor : Adetio Purtama
#akhiri masa tanggap darurat #fase pemulihan #Pemkab Tanahdatar