PADEK.JAWAPOS.COM— Program Padat Karya Tanahdatar resmi bergulir setelah Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Tanahdatar menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Gedung Indo Jolito, Kamis (4/6/2026).
Program senilai Rp700 juta itu akan menyasar tujuh nagari terdampak bencana hidrometeorologi untuk mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Padat Karya Penanggulangan Bencana yang disiapkan pemerintah pusat untuk membantu daerah-daerah terdampak di wilayah Sumatera.
Kabupaten Tanahdatar menjadi salah satu daerah yang memperoleh alokasi terbesar di Sumatera Barat dengan tujuh titik kegiatan.
Baca Juga: ASAS 2026 Kota Padang: SMP Semen Padang Tembus 10 Besar, Tiga Siswa Raih Nilai Sempurna
Ketua Tim Bidang Padat Karya Kementerian Ketenagakerjaan RI, Muhammad Ikrar Dinata, mengatakan program itu merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat bangkit pascabencana.
"Program ini merupakan wujud kontribusi Kementerian Ketenagakerjaan dalam membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," ujarnya.
Ia menjelaskan, Sumatera Barat memperoleh total 20 titik bantuan Program Padat Karya. Dari 10 lokasi yang diajukan Pemerintah Kabupaten Tanahdatar, sebanyak tujuh titik lolos verifikasi administrasi dan peninjauan lapangan.
Masing-masing titik menerima bantuan Rp100 juta sehingga total dana yang dikucurkan mencapai Rp700 juta. Menurut Ikrar, program tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Tujuh Nagari Jadi Sasaran Program
Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat yang mengakomodasi sebagian besar usulan daerah. Ia menilai program tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena memberikan manfaat ganda.
"Alhamdulillah, dari 10 usulan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Tanahdatar, tujuh titik disetujui untuk mendapatkan bantuan program padat karya pascabencana yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan fisik di tujuh nagari," katanya.
Menurut Ahmad Fadly, pelaksanaan program dengan melibatkan tenaga kerja lokal akan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar.
Selain itu, pemerintah daerah meminta seluruh wali nagari penerima bantuan mengawal pelaksanaan kegiatan agar tepat sasaran dan sesuai prinsip padat karya.
"Kami berharap seluruh wali nagari yang menerima bantuan dapat menjalankan program ini dengan baik dan tepat sasaran. Meskipun nilai bantuannya tidak terlalu besar, namun manfaatnya sangat berarti bagi masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebab Utamanya
Fokus pada Air Bersih dan Rabat Beton
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Tanahdatar, Nusyirwan, menjelaskan dana Rp100 juta di setiap nagari akan difokuskan pada dua jenis pekerjaan fisik yang mendesak.
Pembangunan sarana penyediaan air bersih akan dilaksanakan di Nagari Sawah Tangah dan Nagari Bungo Tanjung. Sementara itu, pekerjaan rabat beton akan dibangun di Nagari Jaho, Batipuah Baruah, Tambangan, Padang Laweh, dan Saruaso.
Nusyirwan menambahkan, seluruh bantuan akan disalurkan langsung ke rekening resmi pemerintah nagari untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.
"Masing-masing nagari menerima bantuan sebesar Rp100 juta yang akan disalurkan langsung melalui rekening nagari untuk mendukung pelaksanaan program padat karya tersebut," katanya.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Tanahdatar berharap pemulihan wilayah terdampak bencana dapat berlangsung lebih cepat, sekaligus menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat di tingkat nagari.(*)
Editor : Hendra Efison