Tanahdatar Jajaki Kerja Sama Pangan dengan Solok dan Pekanbaru

Safrizal Putra • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 11:15 WIB
Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly memimpin rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah, Senin (3/8/2026).
Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly memimpin rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah, Senin (3/8/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Tanahdatar menargetkan perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan delapan kabupaten/kota pada 2026 untuk memperkuat pasokan pangan dan menjaga stabilitas harga, terutama komoditas beras dan cabai.

Upaya tersebut dilakukan dengan menjajaki sejumlah daerah yang berpotensi menjadi mitra, di antaranya Kota Solok dan Kota Pekanbaru, sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan daerah.

Komitmen itu ditegaskan Wakil Bupati Tanahdatar, Ahmad Fadly, saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di Aula Eksekutif Kantor Bupati Tanahdatar, Senin (3/8/2026).

Ahmad Fadly meminta OPD terkait bergerak proaktif memetakan daerah yang membutuhkan komoditas pangan yang mengalami surplus di Tanahdatar. Menurutnya, langkah tersebut penting agar distribusi pangan berjalan lebih lancar sekaligus menjaga stabilitas harga.

Target 8 Daerah Mitra

Pemkab Tanahdatar sebelumnya telah membangun lima KAD sepanjang 2025 dengan sejumlah kabupaten/kota, baik di Sumatera Barat maupun luar provinsi.

Tahun ini, jumlah jejaring kerja sama tersebut ditargetkan meningkat menjadi delapan kabupaten/kota. Perluasan kemitraan diarahkan untuk memperkuat rantai pasok komoditas strategis, khususnya beras dan cabai.

“Saya minta OPD terkait segera menjajaki kabupaten/kota yang membutuhkan komoditas pangan yang surplus di Tanahdatar untuk dijalin kerja sama,” ujar Ahmad Fadly.

Ia mengatakan kerja sama antardaerah tidak hanya berkaitan dengan distribusi komoditas. Menurutnya, upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas harga dan salah satu indikator dalam penilaian TPID Award.

Untuk memastikan kerja sama berjalan tepat sasaran, Ahmad meminta instansi terkait melakukan pemetaan komoditas secara akurat. Daerah surplus dan defisit perlu diidentifikasi sehingga pemerintah dapat menentukan daerah pemasok maupun tujuan pemasaran.

“Silakan petakan komoditas yang surplus dan defisit. Laksanakan dengan sungguh-sungguh agar arah kerja sama semakin jelas, baik daerah tujuan pemasaran maupun daerah pemasok, sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan,” tegasnya.

Beras dan Cabai Jadi Komoditas Prioritas

Kepala Bagian Perekonomian Setda Tanahdatar, Franky Adhitama menjelaskan, pelaksanaan KAD yang telah berjalan pada 2025 mencakup sejumlah daerah, antara lain Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Muara Enim, dan Kabupaten Musi Rawas di Sumatera Selatan.

Kerja sama tersebut mencakup penguatan ketahanan pangan, pengembangan komoditas tanaman pangan, stabilitas harga, pembangunan sektor pertanian, hingga pembinaan produk unggulan lokal.

Memasuki 2026, Pemkab Tanahdatar tengah memproses peluang kerja sama baru dengan Kota Solok dan Kota Pekanbaru, serta beberapa kabupaten/kota lainnya.

Perluasan jejaring KAD tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara daerah penghasil dan daerah yang membutuhkan pasokan, sehingga distribusi pangan lebih terjamin.

Strategi itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Tanahdatar menjalankan pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi publik.

Dengan memperluas mitra kerja sama, Pemkab Tanahdatar menargetkan rantai pasok pangan semakin solid sehingga gejolak harga komoditas strategis dapat ditekan dan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga.(*)

Editor : Hendra Efison
tanahdatar pekanbaru kota solok pengendalian inflasi Kerja Sama Pangan