Tak Punya BPJS, Warga Tanahdatar Tetap Bisa Dapat Biaya Rujukan dari Bansos Usai CKG

Safrizal Putra • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 19:31 WIB
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Emersia Hotel Batusangkar, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Emersia Hotel Batusangkar, Selasa (15/9/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM— Warga Tanahdatar yang tidak memiliki BPJS Kesehatan tetap bisa mendapatkan pembiayaan jika hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan kondisi yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit.

Kabid Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahdatar, Ns. Siska Fitria, S.Kep, mengatakan pemerintah daerah menyiapkan dana bantuan sosial (bansos) melalui Bantuan Tidak Terduga (BTT) untuk membantu biaya rujukan warga yang belum memiliki BPJS.

“Ketika masyarakat tidak punya BPJS, melakukan CKG ke puskesmas, tahu-tahu ada indikasi yang akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Prof. Dr. M Ali Hanafiah, atau ke poli mana saja, kita bisa membayarkan dengan dana bansos, dengan BTT itu program dari pemerintah kita,” kata Siska saat kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Emersia Hotel Batusangkar, Selasa (15/9/2026).

Menurut Siska, skema tersebut disiapkan agar masyarakat tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan hanya karena belum memiliki jaminan kesehatan.

Dinas Kesehatan dan puskesmas juga terus menyosialisasikan layanan tersebut kepada masyarakat.

“Jadi masyarakat kita tidak perlu takut ketika mereka tidak punya BPJS,” tegasnya.

CKG Tanahdatar Baru 31,6 Persen

Jaminan pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinkes Tanahdatar mendorong masyarakat memanfaatkan program CKG.

Hingga Agustus, capaian pemeriksaan kesehatan gratis di daerah itu baru mencapai 31,6 persen.

Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahdatar, Jasrinaldi, SH, mengatakan capaian tersebut masih perlu ditingkatkan untuk mengejar target cakupan layanan kesehatan sebesar 100 persen.

“Harapan kita dengan adanya kegiatan monev ini dapat meningkatnya capaian CKG terhadap masyarakat. Karena kondisi sampai Agustus baru sampai 31,6 persen masyarakat yang melakukan CKG se-Kabupaten Tanahdatar,” ujar Jasrinaldi.

Dinkes meminta puskesmas memperluas sosialisasi melalui pemerintah nagari. Wali nagari diharapkan ikut menginformasikan kepada masyarakat agar lebih banyak warga datang ke puskesmas untuk mengikuti CKG.

Siska menjelaskan layanan CKG cukup mudah diakses. Masyarakat hanya perlu membawa KTP untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas.

Pemeriksaan dapat meliputi pengukuran tekanan darah serta pemeriksaan laboratorium seperti gula darah, kolesterol, dan asam urat.

CKG juga mencakup pemeriksaan pap smear bagi wanita pasangan usia subur dan rekam jantung.

Jika pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, puskesmas dapat merujuk pasien ke rumah sakit, termasuk RSU Prof. Dr. M Ali Hanafiah.

Siska menyebut sejauh ini warga yang telah mengikuti CKG belum ada yang membutuhkan rujukan. Kasus yang ditemukan masih dapat ditangani di tingkat puskesmas.

“Sudah ada yang cek, namun belum ada yang dirujuk. Masih bisa ditangani puskesmas,” tutupnya.(*)

Editor : Hendra Efison
Dinkes Tanahdatar CKG Tanahdatar Bansos Kesehatan tanahdatar bpjs kesehatan