PADEK.JAWAPOS.COM–Jembatan Bailey Titian Putiah di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanahdatar, kembali bisa dilalui kendaraan setelah dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang rusak akibat banjir dan longsor (galodo).
Jembatan yang menghubungkan akses dari Tanahdatar menuju Sijunjung itu memiliki panjang sekitar 42 meter dengan lebar 4,2 meter. Konstruksinya dirancang mampu menahan beban kendaraan hingga 15–20 ton.
Berbeda dengan sejumlah jembatan Bailey lainnya di Tanahdatar, jembatan ini menggunakan lantai berbahan besi.
Bupati Tanahdatar Eka Putra menyebut konstruksi tersebut membuat jembatan Bailey Titian Putiah memiliki karakter yang menyerupai jembatan permanen.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Kepala BNPB yang telah membantu membangun kembali jembatan ini. Walaupun merupakan jembatan Bailey, tetapi konstruksinya sudah seperti jembatan permanen karena lantainya juga terbuat dari besi,” kata Eka Putra, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan beberapa jembatan Bailey lainnya di Tanahdatar yang lantainya masih menggunakan kayu.
Pulihkan Akses Tanahdatar-Sijunjung
Pembangunan jembatan Bailey tersebut menjadi bagian dari upaya memulihkan akses masyarakat setelah jembatan Titian Putiah sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana.
Pemasangan jembatan dimulai pada 6 Juli 2026. Dua hari kemudian, pada 8 Juli 2026, jembatan sudah dapat difungsikan dan dilalui kendaraan.
Kehadiran jembatan kembali membuka jalur transportasi yang sebelumnya terganggu. Akses tersebut juga berkaitan dengan aktivitas masyarakat dan perekonomian antara wilayah Tanahdatar dan Sijunjung.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Tanahdatar didampingi anggota DPRD Tanahdatar Pendri Aswil, Kepala Pelaksana BPBD Tanahdatar Syofyan Ali Zumara, Kepala Dinas Kominfo Dedi Tri Widono, Kepala Bagian Prokopim Roza Melfita, Camat Lintau Buo, serta Wali Nagari Taluak.(*)
Editor : Hendra Efison