Longsor Kelok Sikumbang Putuskan Irigasi 10 Meter, 30 Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam

Safrizal Putra • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:47 WIB
Jaringan irigasi Banda Tamparak yang rusak sepanjang sekitar 10 meter akibat longsor di Kelok Sikumbang, Batipuah Ateh, Tanahdatar, Jumat (2/10/2026). (Foto: Ade Putra)
Jaringan irigasi Banda Tamparak yang rusak sepanjang sekitar 10 meter akibat longsor di Kelok Sikumbang, Batipuah Ateh, Tanahdatar, Jumat (2/10/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM–Akses jalan di Kelok Sikumbang, Jorong Balai Mato Aie, Nagari Batipuah Ateh, Kecamatan Batipuah, Kabupaten Tanahdatar, kembali normal setelah tertutup material longsor pada Kamis (1/10/2026) malam. Namun, longsor tersebut memutus jaringan irigasi pertanian sepanjang sekitar 10 meter.

Putusnya jaringan irigasi Banda Tamparak menyebabkan aliran air pertanian ke Jorong Subarang, Nagari Batipuah Ateh, terhenti. Kondisi ini mengancam lahan sawah seluas sekitar 30 hektare yang bergantung pada jaringan tersebut.

Wali Nagari Batipuah Ateh, Ade Putra, mengatakan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Kamis malam.

“Akibat longsor samalam, yang terdampak tali bandar irigasi untuk pengairan pertanian, mengakibatkan putusnya jaringan irigasi pertanian Banda Tamparak sepanjang lebih kurang 10 meter, yang mengakibatkan terputusnya aliran air pertanian ke Jorong Subarang, Nagari Batipuah Ateh,” kata Ade, Jumat (2/10/2026).

Menurut Ade, kondisi tersebut membutuhkan penanganan segera dari instansi teknis. Jika perbaikan tidak segera dilakukan, pasokan air untuk lahan pertanian warga dapat terganggu dan berpotensi menyebabkan gagal tanam.

“Luas area sawah pertanian yang dialiri Banda Tamparak lebih kurang 30 Ha. Perlu tindakan segera dari dinas terkait, baik dinas pertanian dan PU untuk memperbaiki, karena akan berdampak kepada masyarakat petani gagal tanam,” ujarnya melalui pesan WhatsApp pukul 11.27 WIB.

Selain memutus jaringan irigasi, longsor juga merusak area perkebunan warga seluas sekitar setengah hektare. Sejumlah tanaman ikut terdampak, di antaranya pisang, alpukat, durian, talas, dan palawija.

Ade juga mengingatkan adanya potensi kerusakan lanjutan pada jalan provinsi yang menjadi jalur penghubung Jalan Raya Kubu Kerambil–Batusangkar.

Menurutnya, kerusakan dam dan bahu jalan perlu segera ditangani. Air dari bandar di pinggir jalan dikhawatirkan merembes dan mencari aliran baru di bawah lapisan aspal.

Kondisi tersebut, lanjut Ade, berisiko mengikis struktur tanah dan menyebabkan badan jalan terban di sisi lainnya jika tidak segera diperbaiki.

Sementara itu, arus lalu lintas di jalur Kelok Sikumbang sudah kembali lancar setelah material longsor yang sebelumnya menutup akses jalan dibersihkan.

Ade berharap pemerintah melalui dinas terkait segera memperbaiki jaringan irigasi serta bagian jalan yang terdampak untuk mencegah kerusakan meluas dan menjaga pasokan air bagi lahan pertanian warga.(*)

Editor : Hendra Efison
irigasi pertanian Kelok Sikumbang Batipuah Ateh 30 hektare sawah longsor Tanahdatar