Gubernur Riau Syamsuar mengatakan itu saat temu ramah bersama Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Provinsi Sumbar Maifrizon, Direktur Padang Ekspres M Nazir Fahmi dan Pimpinan Redaksi Rommi Delfiano di Ruang VIP Lamun Ombak, tadi malam (15/6).
Menurut dia, apabila pemprov turun tangan menyelesaikan masalah secara langsung, persoalan bisa segera ditindaklanjuti. ”Kita terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, seperti BPN dan Kejati di Riau. Hasil kerja sama tersebut ikut memacu percepatan pengerjaan tol di wilayah Riau hingga sampai saat ini,” ucapnya.
Syamsuar mengungkapkan, sekarang ada beberapa titik ruas tol di Riau yang akan selesai tahun ini. Untuk itulah, Pemprov Riau terus mengejar dan menyelesaikannya.
Ia menegaskan, dengan turun langsungnya pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan pembangunan jalan tol, juga semakin memperlancar proses pengerjaan. Dengan demikian, segala tugas tidak tertitikberatkan kepada BPN.
Dalam pembicaraan santai tersebut, Syamsuar mengatakan, Riau dan Sumbar tak bisa dipisahkan baik secara pembangunan dan kebudayaan. Untuk itu, ia berharap agar progres tol Sumbar dapat semakin meningkat setiap waktu. Sehingga, kedua daerah dapat terhubung satu sama lain.
”Kita merencanakan ruas jalan tol dari Riau (Pekanbaru) hingga Bangkinang selesai bulan Juli tahun ini, dan pembangunan tol dekat perbatasan Sumbar di Tanjuanglayang, juga sudah memperlihatkan grafik di angka 40 persen.
Dia optimistis dan yakin jika progres pengembangan tol di Riau terus dipacu kencang, diharapkan tahun depan bisa menyelesaikan seluruh ruas jalan tol di Riau. Oleh karena itu, ia berharap Pemprov Sumbar juga dapat memacu kencang laju pembangunan tol di Sumbar.
”Kita berharap agar dapat sama-sama menghubungkan jalan menjadi kesatuan. Jika semakin cepat penyambungan kedua jalur tersebut, maka semakin cepat untuk menghubungkan kedua provinsi,” tutupnya.
Hingga Juni 2022, tercatat total pengoperasian jalan tol di Indonesia secara keseluruhan telah mencapai sepanjang 2.500 km. Yakni, terbagi menjadi 66 ruas jalan tol dan 46 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, total tersebut akumulasi dari ruas tol yang tuntas dan dioperasikan pada periode 1978-2014 sepanjang 789 km, periode 2015-2019 sepanjang 1.298 km, tahun 2020 sepanjang 246 km, tahun 2021 sepanjang 122 km, dan tahun 2022 hingga 31 Mei 2022 mencapai sepanjang 42,98 km. (cr1) Editor : Novitri Selvia