Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Petugas Harus Melayani, tidak Minta Dilayani

jpg • Jumat, 24 April 2026 | 10:05 WIB
Petugas membantu calon haji lansia Embarkasi Padang turun dari bus saat tiba di Asrama Haji Tabing, Padang, Kamis (23/4). Sebanyak 386 calon haji kelompok terbang (kloter) pertama asal Padang akan diberangkatkan menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Jumat (24/4) dini hari. (FITRA YOGI/ANTARA FOTO)
Petugas membantu calon haji lansia Embarkasi Padang turun dari bus saat tiba di Asrama Haji Tabing, Padang, Kamis (23/4). Sebanyak 386 calon haji kelompok terbang (kloter) pertama asal Padang akan diberangkatkan menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Jumat (24/4) dini hari. (FITRA YOGI/ANTARA FOTO)

PADEK.JAWAPOS.COM - Sebanyak 200 petugas haji daerah kerja (Daker) Makah dilepas dari Jakarta kemarin (23/4). Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menekankan, mereka tidak semata menjalankan tugas administrasi, tetapi juga tugas kenegaraan dan kemanusiaan.

Ketika terjadi kesalahan, lanjut Irfan, yang dinilai jamaah adalah kesalahan negara. Sebaliknya, jika layanan sukses, akan mengharumkan nama Indonesia.
“Petugas harus melayani. Tidak boleh minta dilayani,” kata Irfan dalam apel pelepasan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Daker Makah di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur kemarin (23/4).

Rombongan tersebut merupakan gelombang terakhir petugas yang diberangkatkan. Sebelumnya, sudah dilepas petugas Daker Madinah dan Bandara. “Layanan di Makkah sangat krusial, karena menjadi titik temu jemaah dari penjuru dunia,” jelasnya.

Irfan menyebutkan, sampai dengan kemarin pagi, ada sekitar 6.000 jamaah Indonesia sudah tiba di Madinah. Mereka berada di sana sekitar delapan hari untuk melaksanakan ibadah Arbain atau salat 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi.

Irfan menjelaskan, setelah berada di Madinah, jamaah akan diberangkatkan menuju Makah. Untuk itu, petugas haji Daker Makah harus menyiapkan sebaik mungkin kedatangan jemaah dari Madinah, khususnya terkait pemondokan atau hotel serta layanan katering.

Saat menghadapi jamaah, petugas harus santun. Apalagi, kemungkinan ada jamaah yang capek atau sakit setelah melakoni rangkaian ibadah di Madinah.

Irfan mengingatkan, lebih dari separuh jamaah Indonesia lulusan SD atau bahkan tidak tamat SD. Ada yang baru pertama pergi ke luar negeri. “Bahkan mungkin ada yang baru pertama menggunakan lift. Petugas harus sabar dalam mengarahkan jemaah menuju kamar hotelnya,” tuturnya.

Progres Proyek Kampung Haji

Sementara itu, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkapkan masih menunggu kelanjutan hasil lelang tender lahan untuk pengembangan proyek Kampung Haji di Makkah, Arab Saudi. Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan, proses finalisasi berjalan lebih lama dari perkiraan akibat situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

“Kita lagi nunggu dari pemerintah sana (Arab Saudi). Sebenarnya kita juga kejar-kejar. Dari sisi lot yang sudah kita bid, seharusnya sudah ada kabar sebelumnya, tapi kita masih menunggu. Jadi kita selalu berkomunikasi,” ujar Pandu dalam acara Fitch Ratings Annual Indonesia Conference di Jakarta, kemarin.

 

Dinamika di kawasan turut memengaruhi proses tersebut. Pandu memahami bahwa Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat ini tengah memprioritaskan stabilitas dan kepentingan pertahanan negaranya lebih dulu.

“Mereka juga lagi sedang mengalami goncangan di Saudi. Jadi ya menurut saya sih kepentingan utama mereka pertahanan negara mereka. Itu mungkin kepentingan utama mereka,” kata dia.

Kendati demikian, Danantara terus menjalin komunikasi dengan Arab Saudi terkait finalisasi tender lahan Kampung Haji tersebut. “Kami mengejar (komunikasi), tapi kami juga tahu di Timur Tengah sedang mengalami guncangan,” jelas Pandu.

Meski demikian, Pandu memastikan aset yang telah diakuisisi yakni hotel Novotel Thakher Makah, sudah dapat digunakan oleh jamaah haji Indonesia tahun 2026.

“Sudah bisa (digunakan). Ratingnya bagus, semua ngasihnya 5 star. Happy banget semua yang pakai di sana,” tutur dia.

Adapun diberitakan sebelumnya, Danantara saat ini tengah memfinalisasi penjajakan lanjutan dalam mekanisme lelang yang dikelola Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) untuk peluang kawasan lain di sekitar Masjidil Haram. Sebagai fondasi awal, kawasan Thakher telah mencakup hotel Novotel Thakher Makkah yang beroperasi dengan sekitar 1.461 kamar di tiga menara, serta sekitar 4,4 hektare lahan pengembangan di koridor strategis berjarak 2-3 kilometer dari Masjidil Haram.

Pandu menjelaskan, pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex) dilakukan secara bertahap, dengan Kawasan Thakher sebagai basis awal karena asetnya telah tersedia dan siap dikembangkan. “Kami membangun kompleks haji secara bertahap. Kawasan Thakher menjadi fondasi awal, sementara kami juga masih mengikuti proses lelang RCMC untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah,” ujarnya.

Ke depan, kawasan tersebut dirancang berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan kapasitas mencapai sekitar 22.000 jamaah, atau sekitar 10 persen dari total jamaah haji Indonesia setiap tahun. Pengembangan tidak hanya difokuskan pada akomodasi, tetapi juga mencakup ekosistem layanan jamaah yang lebih terintegrasi, seperti fasilitas ritel, dukungan logistik, serta layanan penunjang lainnya. (wan/ttg/jpg/ant)

Editor : Adriyanto Syafril
#Petugas Haji 2026 #jemaah haji asal sumbar #Haji 2026