Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Washington Tembak Drone Teheran, PM Pakistan Kirim Surat ke Mojtaba Khamenei

jpg • Senin, 8 Juni 2026 | 08:45 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

PADEK.JAWAPOS.COM - Amerika Serikat (AS) memprovokasi Iran di segala lini. Tak hanya berkali-kali melanggar gencatan senjata dengan beragam alasan, negeri tuan rumah Piala Dunia 2026 itu juga hanya mengizinkan tim nasional Iran masuk wilayahnya saat bertanding saja dalam ajang akbar empat tahunan tersebut.

Pelanggaran gencatan terkini dilakukan AS Sabtu (6/6) dengan menembak dua drone atau pesawat nirawak Iran yang terbang di atas Selat Hormuz. “Militer AS telah menembak jatuh dua drone Iran karena membahayakan lalu lintas maritim di Selat Hormuz,” ujar Pusat Komando Militer AS (CENTCOM) dalam rilis resmi di X.

Sampai berita ini selesai ditulis kemarin (7/6) pukul 19.00, belum ada pernyataan resmi dari Teheran menanggapi klaim Washington DC itu. Namun, berkaca pada pelanggaran gencatan yang dilakukan AS sebelumnya, Iran selalu membalas.

Sementara itu, pada hari yang sama dengan ditembaknya drone Iran tersebut, Menteri Dalam Negeri Pakistan Syed Mohsin Naqvi tiba di Teheran. Dia membawa surat dari Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Asim Munir untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei.

“Saya berharap semua berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang baik,” kata Naqvi seperti dikutip dari Farsnews.ir.

Pakistan merupakan mediator perundingan Iran dan AS. Meski masih saling serang sejak gencatan berjalan mulai 8 April lalu, kedua pihak masih berunding. Namun, sampai sekarang belum menghasilkan kesepakatan.

Dalam kaitan dengan statusnya sebagai satu dari tiga tuan rumah Piala Dunia 2026, AS juga terus mempersekusi Iran. Visa hanya diberikan kepada para pemain dan pelatih, tetapi tidak untuk 14 ofisial.

Mengutip ESPN, yang tidak termasuk mendapat visa adalah Sekjen dan Wakil Ketua Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Hedayat Mombeini serta Mehdi Mohammad Nabi. Begitu pula Ketua Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj, meski belum ada konfirmasi resmi.

“Apa yang dilakukan AS telah menggagalkan upaya untuk memberikan perlakuan yang sama dan menghadirkan turnamen yang bebas dari diskriminasi,” kata FFIRI dalam pernyataan resmi mereka.

Salah satu alasannya adalah karena belasan orang itu dianggap memiliki kedekatan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). AS, juga Kanada, tuan rumah Piala Dunia 2026 lainnya, telah menempatkan IRGC dalam daftar hitam kelompok teroris.

 

Tak cuma itu, seorang pejabat AS juga mengakui kepada ABC News bahwa rombongan tim nasional (timnas) Iran hanya diperbolehkan masuk wilayah AS pada hari pertandingan saja. Begitu laga selesai, mereka harus kembali ke Tijuana, tempat skuad berjuluk Team Melli itu bermarkas. Padahal, ketiga laga fase grup Iran bakal berlangsung di AS. (ttg/jpg)

Editor : Adriyanto Syafril
#perang as iran