PADEK.JAWAPOS.COM -- Kenaikan biaya hidup masih menjadi ancaman terbesar bagi kondisi keuangan rumah tangga Indonesia. Survei terbaru menunjukkan delapan dari sepuluh masyarakat masih merasakan tekanan ekonomi yang cukup berat. Akibatnya, banyak keluarga terpaksa mengesampingkan rencana keuangan jangka panjang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Temuan tersebut terungkap dalam studi yang dilakukan Sun Life Indonesia bersama lembaga riset Genpop terhadap 1.000 responden berusia di atas 18 tahun. Hasilnya 80 persen masyarakat masih menghadapi tekanan biaya hidup, sementara 30 persen responden menilai kenaikan harga kebutuhan menjadi hambatan terbesar dalam memperbaiki kondisi keuangan keluarga.
President Director Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan, tingginya biaya hidup kini bahkan dipandang lebih mengkhawatirkan dibandingkan persoalan ketidakstabilan pendapatan yang selama ini menjadi tantangan utama rumah tangga. “Biaya hidup yang terus meningkat menjadi tantangan paling besar bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan keuangannya,” ujarnya kemarin (14/6).
Tekanan tersebut mengubah pola perencanaan keuangan masyarakat. Sebanyak 56 persen responden mengaku fokus utama mereka dalam 12 bulan ke depan adalah mengelola pengeluaran harian. Prioritas tersebut menggeser agenda menabung, berinvestasi, maupun menyiapkan dana untuk kebutuhan jangka panjang.
Ketahanan finansial masyarakat juga dinilai masih rentan. Hanya 14 persen responden yang merasa benar-benar aman secara finansial. Sementara itu, hanya 45 persen yang yakin mampu bertahan lebih dari enam bulan apabila kehilangan sumber penghasilan utama.
Untuk menutup tekanan akibat kenaikan biaya hidup, sebagian masyarakat terpaksa mengambil langkah darurat. Sebanyak 23 persen responden mengaku menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, 26 persen memangkas pengeluaran penting, dan 5 persen bahkan menghentikan sementara kontribusi dana pensiun.
Albertus menilai literasi keuangan menjadi faktor pembeda yang menentukan kemampuan masyarakat menghadapi tekanan ekonomi. Berdasarkan hasil studi tersebut, individu dengan tingkat literasi keuangan yang baik memiliki ketahanan finansial hingga tiga kali lebih kuat dibandingkan mereka yang kurang memahami pengelolaan keuangan.
“Mereka memiliki tingkat kepercayaan diri finansial yang jauh lebih tinggi dan lebih siap menghadapi berbagai tekanan ekonomi,” pungkasnya. (bil/dio/jpg)
Editor : Adriyanto Syafril