PADEK.JAWAPOS.COM -- Badan Gizi Nasional (BGN) membantah informasi yang menyebut adanya pembagian keuntungan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto. Informasi tersebut dinyatakan sebagai hoaks.
Narasi itu beredar di media sosial dan sejumlah platform digital dengan mengatasnamakan Kepala BGN Nanik S Deyang. BGN menyatakan informasi tersebut bukan berasal dari pernyataan resmi lembaga maupun Kepala BGN.
Pihaknya menilai narasi tersebut sebagai disinformasi yang berpotensi menyesatkan masyarakat.
“Saya menegaskan narasi yang beredar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dicantumkan dalam pesan tersebut,” ujar Nanik di Jakarta, dalam keterangan yang dirilis oleh Badan Komunikasi Pemerintah, Sabtu (13/6).
Menurut dia, pencatutan nama pejabat publik untuk membuat narasi provokatif masih kerap terjadi. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati menerima informasi yang beredar.
Nanik mengimbau masyarakat melakukan verifikasi melalui sumber resmi sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi. “Masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi. Jangan mudah menyebarkan informasi yang tidak jelas asal-usulnya karena dapat menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.
BGN memastikan seluruh informasi resmi lembaga hanya disampaikan melalui kanal komunikasi yang telah ditetapkan, seperti keterangan pers, situs resmi, dan akun media sosial terverifikasi.
Informasi yang beredar di luar saluran tersebut, lanjut Nanik, tidak dapat dijadikan rujukan resmi. BGN juga mengajak masyarakat menjaga ruang digital tetap sehat dengan mengedepankan fakta dan tidak terpengaruh konten manipulatif maupun provokatif.
“Kami mengajak masyarakat lebih bijak dalam bermedia digital serta mengedepankan verifikasi informasi. BGN akan tetap fokus menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat sesuai amanat pemerintah,” pungkas Nanik. (oni/jpg)
Editor : Adriyanto Syafril