Siapa Dr Iqbal? Selama pemilu, di berbagai media elektronik dan TV wajahnya selalui muncul, baik sebagai juru bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) atau pun juru bicara pasangan AMIN. Dalam berbagai acara di TV Iqbal terlihat berbeda. Ia terlihat lebih matang dan percaya diri dan pembawaanya lugas, serta berani.
Perdebatannya selalu viral termasuk ketika berdebat dengan politisi Sumbar Andre Rosiade dan Fadlizon, Iqbal menjadi idola baru bagi pemilih AMIN khususnya anak-anak muda.
Iqbal lahir 25 September 1980 asli Pariaman, Ibunya Yusni Zainal Koto berasal dari Nagari Pilubang, Sungailimau Padangpariaman, Ayahnya Sidi Marjohan Chaniago berasal dari Dusun Mangur VII Koto Sungaisariak Padangpariaman. Jadi, sebagai orang Pariaman Iqbal memiliki nama lengkap Sidi Dr Muhammad Iqbal Koto
Sejak kecil ayahnya merantau di Medan Sumatera Utara, disanalah ia dilahirkan. Ayahnya bertugas sebagai ASN di Dinas Perdagangan Kabupaten Deliserdang dan ibunya berwirausaha mengelola sebuah rumah makan ”Bundo”.
Sidi Marjohan dikenal luas oleh perantau Minang di Kota Medan. Ayahnya aktif sebagai Ketua Umum Persatuan Perantau VII Koto, Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Minang dan Pimpinan Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP). Sehingga, budaya Minang sangat melekat dalam diri Iqbal.
Ia memulai sekolah di TK Aisyiyah, SD Muhammadiyah 01, SMP Negeri 11 dan SMA Negeri 5 Medan. Tahun 1999, ia melanjutkan pendidikan S-1 Psikologi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus kurang lebih 3,6 tahun. Ia sempat bekerja sebagai staf pribadi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswan UIN Jakarta (Prof Dr Armai Arief).
Tahun 2004, Iqbal mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan S-2 (Master Social Science) dan S-3 (PhD) dalam bidang psikologi di School of Psychology and Human Development Universiti Kebangsaan Malaysia.
Sejak muda Iqbal adalah anak muda yang energi dan mandiri. Ia selalu tampil sebagai pemimpin organisasi politik kampus. Bahkan, sempat menjadi kandidat calon Presiden BEM UIN Jakarta, serta Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muslim Psikologi Indonesia (IMAMUPSI)
Ketika kuliah di negeri jiran Malaysia, Iqbal dipercaya teman-temannya sebagai Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Universiti Kebangsaan Malaysia (2005-2006) dan Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia 2007-2008.
Bahkan, tahun 2009 Iqbal menjadi perwakilan mahasiswa Indonesia di Malaysia yang mengikuti Konferensi Pelajar Indonesia di Sidney Australia cikal bakal terbentuknya PPI Dunia. Selama di luar negeri, Iqbal juga aktif memberikan advokasi dan pemberdayaan pekerja migran dengan memimpin organisasi Union Migrant (UNiMIG) Indonesia.
Organisasi ini memiliki cabang di Malaysia, Hongkong, Taiwan, Korsel dan Arab Saudi. Iqbal muda juga aktif mengikuti berbagai pendidikan singkat, baik di dalam maupun luar negeri. Tahun 2010, ia mendapat kesempatan belajar dan bekerja sebagai asisten peneliti melalui program Asian Graduate Students Fellowship, Asia Research Institut (ARI) National University of Singapore (NUS).
Tahun 2011, iqbal mendapat beasiswa dari Union Network International mengikuti program ILO Labour Migration Academy di ILO International Training Center di Turin Itali. Tahun 2015, Iqbal diterima sebagai penerima beasiswa program pendidikan National Defense University (NDU) di Taiwan belajar tentang ekonomi, perdamaian, strategi dan kepemimpinan.
Puncaknya, tahun 2016 Iqbal mendapat kesempatan mengikuti program pendidikan reguler angkatan (PPRA-54) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Yakni, sekolah kepemimpinan paling bergengsi di Indonesia dan lulus dengan predikat sangat baik.
Bahkan, sejak 2017 hingga saat ini Iqbal diangkat menjadi pengajar di program pemantapan nilai kebangsaan Lemhannas mengajar tentang revolusi mental, kepemimpinan dan sumber daya manusia unggul.
Setelah menyelesaikan pendidikan S-3 dan pekerjaan di Singapura, Iqbal memulai karir di Indonesia, tidak tanggung-tanggung tempat berlabuh pertamanya adalah tenaga ahli di Direktorat Pendidikan dan Agama Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Setelah menyelesaikan project di Bappenas, Iqbal memulai karier sebagai dosen di Universitas Paramadina. Lalu, tahun 2012-2016 diangkat menjadi Ketua Program Studi Psikologi. Dan, tahun 2016-2021 menjadi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Jakarta dan 2021 hingga saat ini kembali menjadi dosen tetap di Universitas Paramadina dengan jenjang fungsional akademik Lektor Kepala.
Sekaligus, diperbantukan menjadi Rektor Institut Bisnis dan Komunikasi Swadaya (SWINS) periode 2021-2025. Selain sebagai akademisi, Iqbal juga seorang psikolog yang sukses mengelola sebuah konsultan bernama ”Rumah Konseling” di bawah bendera PT Namary Insan Solusi yang bergerak di bidang konseling, konsultan SDM, pelatihan dan pengembangan karyawan.
Iqbal dan Politik
Iqbal mengenal politik sejak di bangku SMA. Bahkan, ia hadir dalam deklarasi Partai Keadilan dengan memakai seragam SMA. Di mana, ketika itu ia diundang sebagai Ketua Rohis SMAN 5 Medan. Ketika kuliah di UIN Ciputat, tahun 1999 saat pemilu ia menjadi saksi Partai Keadilan di TPS dan menjadi anggota pengurus ranting pisangan Ciputat Timur.
Demikian juga ketika kuliah S-2 dan S-3 di Malaysia, Iqbal aktif menjadi Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PKS Malaysia. Ketika pulang ke Indonesia tahun 2011, Iqbal diangkat menjadi Ketua Departmen Pekerja Migran Bidang Buruh, Tani dan Nelayan selama 2 periode hingga saat ini menjadi staf khusus Presiden PKS bidang pendidikan dan ketahanan nasional merangkap juru bicara DPP PKS.
Bahkan sejak 2014 hingga saat ini, Iqbal juga berguru langsung dengan Dr H Muhammad Hidayat Nur Wahid (HNW) sebagai kordinator Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR. Sehingga oleh teman-temannya dia dijuluki sebagai ”Anak Ideologis” HNW karena kedekatan dan kesamaan pemikirannya dengan mantan Presiden PK dan PKS tersebut.
Iqbal dan Prestasi
Sejak kecil bakat kepemimpinan sudah terlihat baik sebagai ketua kelas, ketua regu, pemimpin upacara hingga aktif bela diri silat dan karate. Saat ini iqbal menyandang sabuk hitam Dan V Kehormatan Bandung Karate Club (BKC).
Sebagai akdemisi, Iqbal 2 kali meraih penghargaan sebagai dosen berprestasi, juara 1 pemilihan dosen berprestasi Universitas Mercu Buana dan Juara 3 dalam ajang pemilihan dosen berprestasi Kopertis 3 Kemendikbudristekdikti tahun 2017.
Iqbal juga sudah menghasilkan puluhan karya ilmiah dan 2 bukunya berjudul ”Psikologi Pernikahan” dan ”Psikologi Pasangan” Iqbal oleh penerbit Gema Insani dinobatkan sebagai penulis buku ”Best Seller” dan Iqbal dinobatkan sebagai penulis buku terbaik tahun 2021 oleh penerbit Gema Insani Press (GIP) wajahnya disandingkan bersama idolanya Alm Buya Hamka yang karyanya juga ”Best Seller. (*)
Editor : Novitri Selvia