Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Emas dan Minyak Melemah, Dolar AS Menguat Setelah Risiko Geopolitik Mereda

Heri Sugiarto
Penulis: Heri Sugiarto❯

Harga emas turun 0,12% ke .614,22 per ons, sementara dolar AS menguat 0,28% ke 99,35, setelah data ekonomi AS stabil.(Foto: ilustrasi AI)
Harga emas turun 0,12% ke .614,22 per ons, sementara dolar AS menguat 0,28% ke 99,35, setelah data ekonomi AS stabil.(Foto: ilustrasi AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas dan minyak turun pada Kamis (15/1) seiring meredanya risiko geopolitik dan stabilnya data ekonomi Amerika Serikat. Dolar AS menguat, mendorong komoditas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.


Advertisement

Dikutip dari Reuters, saham Wall Street rebound didorong laporan laba kuartal IV TSMC, namun pergerakan emas, minyak, dan dolar tetap menjadi fokus investor menyusul sinyal perlambatan potensi konflik militer di Iran dari Presiden AS Donald Trump.

Harga Minyak Turun di Tengah Risiko Geopolitik yang Mereda

Minyak mentah AS turun 4,34% ke $59,33 per barel, sedangkan Brent turun 4,09% ke $63,80 per barel. Penurunan terjadi setelah sebelumnya harga sempat naik akibat ancaman intervensi AS terhadap Iran. “Risiko langsung melemah meski tetap ada potensi gangguan," ungkap analis Saxo BankOle Hansen.

Pergerakan ini mencerminkan bahwa pasar menyesuaikan harga setelah Trump menyatakan tidak ada rencana aksi besar-besaran terkait protes di Iran.

Emas Turun, Dolar AS Menguat

Emas, yang biasanya diminati sebagai aset safe-haven, turun 0,12% ke $4.614,22 per ons, sehari setelah mencatat rekor $4.642,72 per ons.

Kenaikan dolar AS 0,28% ke 99,35 membuat emas dan komoditas lainnya lebih mahal bagi pembeli internasional. Euro melemah 0,29% ke $1,1608.

Advertisement

Data ekonomi AS mendukung penguatan dolar, termasuk penurunan tak terduga klaim tunjangan pengangguran dan laporan manufaktur di New York serta wilayah Mid-Atlantic yang lebih kuat dari perkiraan.

Dampak Terhadap Pasar Keuangan

Kondisi ini sedikit menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga jangka pendek Federal Reserve. Yield obligasi AS 10-tahun tercatat 4,16%, naik dari 4,14%.

Presiden Chicago Federal Reserve, Austan Goolsbee, menekankan perlunya fokus pada pengendalian inflasi karena pasar tenaga kerja tetap stabil.

Investor kini memantau pergerakan emas, minyak, dan dolar AS sebagai indikator risiko global dan sentimen pasar, seiring laporan laba perusahaan teknologi seperti TSMC yang mendorong saham Wall Street.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harga Emas Stabil, Investor Tunggu Data Payrolls AS

Harga Emas Stabil, Investor Tunggu Data Payrolls AS

Harga emas stabil di US$4.468,27 per ounce. Investor menunggu data payrolls AS untuk melihat arah kebijakan suku bunga The Fed.

Emas Rebound 1%, Dolar Melemah Usai Yen Jepang Menguat, Pasar Tunggu Sinyal Fed

Emas Rebound 1%, Dolar Melemah Usai Yen Jepang Menguat, Pasar Tunggu Sinyal Fed

Harga emas rebound 1% setelah tiga sesi turun. Dolar melemah usai yen menguat, sementara pasar menanti sinyal suku bunga The Fed.

Harga Emas Tertekan, Yield Treasury AS Tembus Level Tertinggi Sejak 2007

Harga Emas Tertekan, Yield Treasury AS Tembus Level Tertinggi Sejak 2007

Harga emas turun 1,5% ke US$4.351 akibat aksi jual Treasury AS dan kenaikan minyak. Pasar menanti risalah The Fed Juli.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer