Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Emas Dekati US$5.000/oz, Perak Cetak Sejarah Baru

Heri Sugiarto
Penulis: Heri Sugiarto❯

Harga emas hampir tembus US$5.000 per ons, sementara perak mencetak sejarah dengan menembus US$100 per ons pada perdagangan Jumat (23/1).(Foto ilustrasi: Gemini AI)
Harga emas hampir tembus US$5.000 per ons, sementara perak mencetak sejarah dengan menembus US$100 per ons pada perdagangan Jumat (23/1).(Foto ilustrasi: Gemini AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas kembali memecahkan rekor pada Jumat (23/1) saat investor meningkatkan pembelian aset safe haven. Harga spot emas naik 0,6% menjadi US$4.964,81 per ons setelah menyentuh rekor intraday terbaru di US$4.988,17. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari juga ditutup naik 1,4% pada US$4.979,70.


Advertisement

Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik sejak awal 2026, termasuk friksi antara Amerika Serikat dan NATO terkait Greenland, kekhawatiran mengenai independensi Federal Reserve, serta ketidakpastian tarif global.

Kondisi tersebut memicu lonjakan minat terhadap aset lindung nilai.

Menurut trader logam independen, Tai Wong, emas semakin dibutuhkan sebagai aset lindung nilai dan diversifikasi portofolio di tengah kondisi ekonomi dan politik yang sangat tidak pasti.

Advertisement

“Peran emas sebagai aset aman dan diversifikasi di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik yang tinggi menjadikannya suatu keharusan dalam portofolio strategis,” ungkapnya, dikutip dari Reuters.

Permintaan Safe Haven Kian Kuat, Suku Bunga Jadi Sorotan

Tren pembelian oleh bank sentral dan pergeseran investor dari dolar turut menopang harga emas.

Emas juga menjadi pilihan saat prospek suku bunga rendah menguat.

Tahun lalu, emas mencapai tonggak penting ketika pertama kali menembus level US$3.000 dan US$4.000 per ons pada Maret dan Oktober, didorong pemangkasan suku bunga AS dan meningkatnya konflik global.

Advertisement

Commerzbank dalam catatannya menyebutkan bahwa pemangkasan suku bunga AS diperkirakan akan meningkat pada akhir tahun setelah penunjukan Ketua Federal Reserve yang baru.

Perak, Platinum, dan Paladium Ikut Menguat

Di luar emas, harga perak mencatat sejarah baru dengan menembus US$100 per ons untuk pertama kalinya.

Harga spot perak naik 5% menjadi US$100,94 per ons pada 01.48 WIB, Sabtu (24/1/2026).

Direktur Metals Focus, Philip Newman menyatakan bahwa perak diperkirakan terus mendapat manfaat dari faktor-faktor yang sama yang menopang permintaan investasi emas, termasuk kekhawatiran tarif dan rendahnya likuiditas fisik di pasar London.

“Perak seharusnya terus mendapatkan keuntungan dari banyak faktor yang sama yang mendukung permintaan investasi emas,” katanya.

Di sisi lain, Platinum sempat menyentuh rekor US$2.771,10 per ons dan terakhir diperdagangkan di US$2.744,40.

HSBC menilai logam ini menarik bagi investor sebagai alternatif yang lebih murah, serta memperkirakan defisit pasar meningkat menjadi 1,2 juta ons tahun ini. Sementara itu, paladium naik 4,1% menjadi US$1.999,64.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harga Emas Stabil, Investor Tunggu Data Payrolls AS

Harga Emas Stabil, Investor Tunggu Data Payrolls AS

Harga emas stabil di US$4.468,27 per ounce. Investor menunggu data payrolls AS untuk melihat arah kebijakan suku bunga The Fed.

Emas Rebound 1%, Dolar Melemah Usai Yen Jepang Menguat, Pasar Tunggu Sinyal Fed

Emas Rebound 1%, Dolar Melemah Usai Yen Jepang Menguat, Pasar Tunggu Sinyal Fed

Harga emas rebound 1% setelah tiga sesi turun. Dolar melemah usai yen menguat, sementara pasar menanti sinyal suku bunga The Fed.

Harga Emas Tertekan, Yield Treasury AS Tembus Level Tertinggi Sejak 2007

Harga Emas Tertekan, Yield Treasury AS Tembus Level Tertinggi Sejak 2007

Harga emas turun 1,5% ke US$4.351 akibat aksi jual Treasury AS dan kenaikan minyak. Pasar menanti risalah The Fed Juli.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer